Ps Bobby Butar Butar blog

Apakah Baptisan Selam Alkitabiah?

Posted on: April 24, 2008

Apakah Baptisan Selam Alkitabiah?

Penulis: Ps. Bobby MTh

Apakah Baptisan Selam Alkitabiah? Adakah dasar biblika maupun historis yang kuat mengenai baptisan selam? Memang mengenai topik baptism1 ini ada banyak kontroversi dan pandangan yang berbeda-beda. Akan tetapi kita harus berani menggali kebenaran Alkitab mengenai hal ini.

Seringkali sesuatu hal menjadi bahan perdebatan karena orang-orang tidak memahami hakekat asli dari pokok atau hal tersebut. Karena itu ketika kita berbicara mengenai baptisan, pertama sekali kita harus melihat dahulu kata asli Alkitab yang dipakai untuk perkataan “baptis” atau “baptisan”.

Arti dan Definisi

Dalam bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru, yaitu bahasa Yunani, baptisan berasal dari kata Yunani BAPTIZO (Greek-English Dictionary New Testament UBS). Baptizo merupakan suatu kata kerja. Kata dasar dari Baptizo adalah BAPTO. Untuk mendapatkan makna yang hakiki dari “baptizo” itu, terlebih dulu kita harus mengetahui arti dari kata “bapto”. Kata “bapto” tertulis tiga kali dalam teks asli Alkitab Perjanjian Baru. Ketiga ayat yang memuat kata “bapto” itu adalah:

1. Lukas 16:24. “Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan (bapto) ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku…”

2. Yohanes 13:26. “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya (bapto).” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

3. Wahyu 19:13. “Dan Ia memakai Jubah yang telah dicelupkan (bapto) ke dalam darah…”

Dari ketiga teks tadi, kita mendapati bahwa “bapto” memiliki arti “mencelupkan sesuatu ke dalam suatu cairan, dan kemudian mengeluarkannya kembali.” Itulah arti harafiah/dasar dari “bapto”.

Thayer’s and Smith’s Bible Dictionary mendefinisikan “bapto” :

To dip, dip in = mencelupkan

Immerse/immersion = membenamkan/menyelamkan

Baptizo yang menjadi kata kerjanya kemudian digunakan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menyelamkan/mencelupkan sesuatu dan mengeluarkannya kembali. Dalam konteks bahasa Yunani Kitab Perjanjian Baru, “baptizo” dipakai dalam kegiatan pembaptisan air, baik itu dalam baptisan Yohanes maupun baptisan yang dilakukan oleh para rasul.

Thayer’s and Smith’s Bible Dictionary mendefinisikan “baptizo” :

1. to dip repeatedly, to immerse, to submerge (of vessels sunk) = dicelup/selam

2. to cleanse by dipping or submerging = dibersihkan melalui pencelupan/selam

Dari paparan berdasarkan teks asli Alkitab Perjanjian Baru, maka jelaslah bahwa baptisan Kristen sebagaimana yang dimaksudkan Alkitab adalah BAPTISAN SELAM. Yaitu, orang yang menerima Kristus/bertobat tersebut dibaptis selamkan ke dalam air sehingga basah seluruh tubuh. Tuhan Yesus menjadi contoh yang sempurna tatkala Ia memberi diri-Nya untuk dibaptiskan/diselamkan ke dalam air di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis.

Alkitab terjemahan bahasa Inggris yang tertua dan berotoritas yaitu King James Version (KJV) menterjemahkan kata “baptizo” sbb: baptized (61x), baptizing (4x), baptize (9x), baptizeth (2x), baptist (1x), baptizest (1x), wash (1x), washed (1x). Nampaknya KJV tidak menterjemahkan, namun mentransliterasi kata “baptizo” tersebut menjadi “baptize“. Alkitab King James Version menjadi rujukan bagi terjemahan-terjemahan bahasa Inggris lainnya dalam mentransliterasi kata “baptizo”, sehingga semua Alkitab terjemahan bahasa Inggris sesudah KJV menggunakan kata “baptize” sbg terjemahan untuk “baptizo”.

Alkitab bahasa Indonesia menterjemahkan kata “baptizo” menjadi “baptis”. Oleh karena itu, bila mau jujur maka secara linguistik, kata “baptis” sebenarnya berarti “celup/selam” (baptizo). Dengan kata lain, yang dimaksud dengan “baptis” adalah “celup/selam”.

Contoh Baptisan Selam dalam Perjanjian Baru (Filipus dan Sida-sida Etiopia):

Kisah Para Rasul 8: 35-39

(35) Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.

(36) Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika akudibaptis?

(37)  (Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”)

(38) Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

(39) Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Dari rangkaian peristiwa tsb, terlihat jelas bahwa Filipus telah membaptis secara selam Sida-sida Etiopia tersebut di sebuah tempat yang airnya “banyak” sehingga keduanya dimungkinkan untuk turun ke dalamnya, melakukan baptisan dan kemudian keluar dari air tersebut. Nampaknya tempat tersebut adalah sebuah sungai kecil atau kolam.

 

What the dictionaries say:

Webster’s New Collegiate Dictionary: “Baptize . . . from Greek baptizein, from baptein to dip in water.”

Century Dictionary (7 volumes): “Baptize . . . dip in water.”

The Encyclopedia Dictionary (7 Volumes): “Baptize . . . to dip in or under water.

Chamber’s English Dictionary: “Baptize . . . to dip in water.”

The Library Dictionary: “Baptism . . . to dip in water.”

Household Dictionary: “Baptism . . . to dip in water.”

 

What the Encyclopedia say:

Encyclopedia Britannica: “The word is derived from the Greek baptize, a frequentive form of baptize, to dip, or wash, which is the term used in the New Testament when the sacrament is described . . . The usual mode of performing the ceremony was by immersion . . . The Council of Ravenna in 1311, was the first council of the (Roman Catholic) church which legalized baptism by sprinkling, by leaving it to the choice of the officiating minister.”

Encyclopedia Americana: “Baptism (that is, dipping, immersing, from the Greek baptizo) . . . In the time of the apostles, the form of baptism was very simple. The person to be baptized was dipped in a river or vessel with the words which Christ had ordered . . .”

New International Encyclopedia: “Baptism . . . was originally by immersion. The candidates used to descend into fonts or streams, or rivers, and sink beneath the waters under the pressure of the hands of the minister.”

Chamber’s Encyclopedia: “Baptism . . . It is, however, indisputable that at a very early period the ordinary mode of baptism was by immersion . . .”

Nelson Complete Encyclopedia (1937, 24 volumes): “There is little doubt that the original practice was immersion . . .”

 

What do the Bible Dictionaries say?

Blunt’s Theological Dictionary: “That immersion was the ordinary mode of baptizing in the primitive church is unquestionable.”

Catholic Dictionary (by Wm. E. Addis, 1934): “Baptism . . . In apostolic times the body of the baptized person was immersed, for St. Paul looks on this immersion as typifying burial with Christ, and speaks of baptism as a bath . . . for even St. Thomas in the 13th century, speaks of baptism by immersion as the common practice of his time.

The Catholic Encyclopedia Dictionary (1941): “Baptism . . . the act of immersing or washing.”

Roman Catholic Ecclesiastical Dictionary (by Rev. John Thein, 1900): “Baptism . . . The word baptism is a Greek word which signifies ablution or immersion. This was the manner of baptizing in the primitive church “

Hook’s Church Dictionary: “In performing the ceremony of baptism, the usual custom was to immerse and dip the whole body.”

 

What do the Religious Encyclopedia say?

Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge: “Baptism . . . Original Forms . . . It is an attractive theory, supported by Cyprian’s express statement, that the Jews and the Gentiles in the apostles’ time had a different manner of baptizing; that among the Jewish Christians a single immersion was the rule, in the name of Christ alone, on the analogy of the Jewish proselyte baptism, while the threefold immersion in the threefold name, which has its counterpoint in the heathen lustrations was the rule among the Gentile Christians.”

The Concordia Encyclopedia (1927): “Baptism . . . Nevertheless, it is held by historians that immersion wholly in water was the prevailing mode of the first century.”

The Catholic Encyclopedia: “Baptism . . . The word baptism derived from the Greek word means to wash or to immerse. It signifies, therefore, that laying is the essential idea of the sacrament . . . The most ancient form usually employed was unquestionably immersion. In the Latin (Catholic) church, immersion seems to have prevailed until the twelfth century.”

 

What do the Greek Lexicons say?

Thayer: Greek-English Lexicon of the New Testament: “Baptizo . . . Properly, to dip repeatedly, to immerse, to submerge.”

Strong’s Hebrew and Greek Dictionaries: “Baptizo…to make whelmed (that is, fully wet); used only (in the New Testament) of ceremonial ablution, especially (technically) of the ordinance of Christian baptism: – baptist, baptize, wash.

Greek-English Lexicon. T.S. Green M.A. 22nd edition:  ” Baptizo means to dip, or to immerse.”

 

What do early Christian writers say?

Hermas (in the Commands of Hermas, Book 2, Com. 4, C. 3): “And I said to him, ‘I have even now heard from certain teachers, that there is no other repentance besides that of baptism; when we go down into the water, and receive the forgiveness of sins; and after that we should sin no more, but live in purity!’ And he said to me-’ Thou host been rightly informed’.”

Tertullian, (On Baptism, Chapter 7): “Thus, too, in our ease, the unction runs carnally, (such as on the body), but profits spiritually; in the same way as the act of baptism itself too is carnal, in that we are plunged in water, but the effect is spiritual, in that we are freed from sins.”

 

What do the Roman Catholic Councils say?

Council of Nice, A.D. 325: “He who is baptized descends indeed, obnoxious to sins, and held with the corruptions of slavery; but he ascends free from the slavery of sins, a son of God, heir-yea, co-heir-with Christ, having put on Christ, as it is written, ‘As many of you as were baptized into Christ have put on Christ’.”

Fourth Council of Toledo, A.D. 633: “For shunning the schism (trine immersion) or the use of an heretical practice, we observe a single immersion in baptism . . . For the immersion in the waters is a descent, as it were into the grave; and, again, the emersion from the waters is a resurrection.”

Council of Worms, A.D. 868: “While some priests baptized with three immersions, and others with one, a schism was raised, endangering the unity of the church “

Council of Tribur, A.D. 895: “Trine immersion is an imitation of the three days burial, and the rising again out of the water is an image of Christ rising from the grave.”

The Synod of Cologne, A.D. 1280: “He who baptizes, when he immerses the candidate in water, shall neither add to the words, or take away from them, or change them.”

Council of Ravenna, A.D. 1311: “Baptism is to be administered by tribe immersion or aspersion.” (aspersion means “sprinkling” = percik).

Sepanjang sejarah Gereja Katolik Roma cara baptis yang dipakai adalah selam (immersion) dan percik (sprinkling) pada sikon darurat, sampai pada saat Konsili Ravenna tahun 1311 yang menerima cara “percik” atau pouring/sprinkling sebagai cara baptis yang baru dan satu-satunya. Jadi, sebenarnya baptis selam (immersion) telah dipraktekkan selama 1300 tahun Gereja Katolik. Barulah setelah Konsili Ravenna tersebut, cara baptis “selam”, digantikan oleh cara baptis “percik”.

 

What some preachers had to say:

(From Twentieth Century Christian, 1962)

John Calvin, Presbyterian: “The word baptize signifies to immerse. It is certain that immersion was the practice of the primitive church.” Atau dalam bahasa Indonesia “Kata membaptis itu berarti “menyelamkan ke dalam air”. Sudah pasti bahwa Gereja Lama (Katolik) melakukan baptisan dengan cara penyelaman. (Institutio: Pengajaran Agama Kristen, John Calvin, BPK Gunung Mulia, Jakarta; 2005, hlm 290).

Martin Luther, Lutheran: “Baptism is a Greek word and may be translated immerse. I would have those who are to be baptized to be altogether dipped.”

John Wesley, Methodist: “Buried with him in baptism-alluding to the ancient manner of baptizing by immersion.”

Wall, Episcopalian: “Immersion was in all probability the way in which our blessed Savior, and for certain the way by which the ancient Christians received their baptism.”

Brenner, Catholic: “For thirteen hundred years was baptism an immersion of the person under water.”

Macknight, Presbyterian: “In baptism the baptized person is buried under the water. Christ submitted to be baptized, that is, to be buried under water.”

Whitfield, Methodist: “It is certain that the word of our text, Romans 6:4, alludes to the manner of baptizing by immersion.”

Sejarawan Lutheran terkemuka, John Mosheim menulis “baptism was administered in this [the first] century, without public assemblies, in places appointed and prepared for that purpose, and was performed by an immersion of the whole body in the baptismal font”   (Mosheim, John Lawrence (1959 ed.), Ecclesiastical History (Rosemead, CA: Old Paths Book Club), Vol 2 p. 35).

Tradisi Sejak Lama

Baptisan sebagai peristiwa penyelaman ke dalam air, memiliki tradisi yang panjang sejak zaman bangsa Israel (zaman Perjanjian Lama), yaitu jauh sebelum zaman Yesus. Orang Israel sejak dahulu kala telah memiliki tradisi baptisan yang disebut baptisan proselit”. Baptisan ini merupakan upacara bagi orang asing yang ingin memeluk agama Yahudi/Judaism.

Apabila ada orang yang ingin memeluk agama Yahudi, ia harus melakukan tiga hal, yaitu mempersembahkan korban, disunat dan dibaptiskan. Upacaranya adalah sebagai berikut: Orang yang akan dibaptis memotong kuku dan rambutnya; ia harus menanggalkan pakaiannya; kolam baptisan harus diisi air sedikitnya 40 seah, yaitu kira-kira 200 liter air; setiap bagian tubuhnya harus kena diselamkan dalam air dan mengucapkan pengakuan iman di depan tiga orang bapa baptisan.

Tradisi tersebut masih berlangsung sampai masa sekarang. Berikut dijelaskan suatu sumber: Both male and female converts are immersed in the mikvah (a ritual bath used for spiritual purification). The convert is given a Jewish name and is then introduced into the Jewish community. (http://www.jewfaq.org/gentiles.htm#Conversion)

Apakah Baptis Selam (Baptizo) PERINTAH Tuhan?

Alkitab dengan tegas telah menulis bahwa Baptizo (Baptis Selam) adalah yang dikehendaki Tuhan.

Berikut ayat-ayatnya:

Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah (Baptizo) mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

KPR 2:37-38 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?”  Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis (Baptizo) dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

KPR 10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis (Baptizo) dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

Makna Baptisan Selam:

1. Baptisan selam adalah kehendak Tuhan. Matius 3:15 menulis : “Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Tuhan.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. “

2. Baptisan selam adalah tanda pertobatan. Matius 3:11 menulis : “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”

3. Tanda pengampunan dosa dan penerimaan Roh Kudus:  “Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus (KPR 2:38).

4. Baptisan menggambarkan identifikasi orang percaya dengan kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:3-4). Diselam di dalam air menggambarkan dikuburkan bersama Kristus. Keluar dari dalam air menggambarkan kebangkitan Kristus. Dengan demikian, baptisan selam adalah satu-satunya metode baptisan yang menggambarkan dikuburkan bersama Kristus dan bangkit bersama Dia.

Kesimpulan

Jelas sudah bahwa baptisan yang sesungguhnya seperti yang dikehendaki Alkitab adalah baptisan yang dilakukan dengan cara diselamkan seluruh tubuh ke dalam air dan kemudian dikeluarkan kembali (Baptisan Selam). Baptisan memiliki makna yang sangat dalam.  Yaitu merupakan pelaksanaan kehendak Tuhan, tanda pertobatan seseorang kepada Tuhan, tanda pengampunan dosa dan menerima karunia Roh Kudus.

Memang Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus tidak pernah membaptis, namun hal itu karena IA mendelegasikannya kepada para murid-Nya, “meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya,” (Yohanes 4:2). Baptisan sendiri merupakan hal yang sangat PENTING bagi Tuhan Yesus, hal itu terbukti dari perintah-Nya, “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka… (Matius 28:19-20). Formulanya adalah dilakukan dalam nama Allah Tritunggal: dalam nama BAPA, ANAK & ROH KUDUS.

Oleh sebab itu, hendaklah kita mentaati perintah Tuhan, dengan melakukannya sesuai cara yang benar, yang telah dipraktekkan oleh Gereja Mula-Mula sampai masa Gereja Katolik (antara tahun 30  – 1311) yaitu diselamkan (bhs Indonesia)  atau Immersion (bhs Inggris) yang merupakan terjemahan dari baptizo. Tuhan Yesus memberkati.

Artikel terkait: Asal Mula Baptisan Percik

Referensi:

Alkitab

Blunt’s Theological Dictionary

Century Dictionary (7 volumes)

Chamber’s English Dictionary

Chamber’s Encyclopedia

Catholic Dictionary (by Wm. E. Addis, 1934)

Encyclopedia Americana

Encyclopedia Britannica

Greek-English Dictionary New Testament UBS

Household Dictionary

Institutio: Pengajaran Agama Kristen, John Calvin, BPK GM, Jakarta; 2005

Mosheim, John Lawrence (1959 ed.), Ecclesiastical History (Rosemead,CA: Old Paths Book Club), Vol 2.

Nelson Complete Encyclopedia (1937, 24 volumes)

New International Encyclopedia

Roman Catholic Ecclesiastical Dictionary (by Rev. John Thein, 1900)

Thayer: Greek-English Lexicon of the New Testament

The Catholic Encyclopedia Dictionary

The Encyclopedia Dictionary (7 Volumes)

The Library Dictionary

Webster’s New Collegiate Dictionary

About these ads

17 Tanggapan to "Apakah Baptisan Selam Alkitabiah?"

kalau kita berbicara tentang baptisan selam sering terjadi kontroversi, tapi saya berpikir sederhana saja kalau Tuhan Yesus mau baptis percik tidak usah jauh-jauh ke sungai yordan di rumah cukup banyak wadah yang bisa menampung air untuk upacara baptisan, yang kedua kita semua tahu bahwa firman Tuhan berkata bertobatlah dan berikanlah dirimu dibaptis, ini menunjukan bahwa hanya orang yang sudah dewasa yang mengetahui baik dan buruknya bahwa dia berdosa dan harus bertobat untuk dibaptis…….

Kalau kita berbicara tentang baptisan selam atau percik sering terjadi kontroversi, ttpi saya berpikir sederhana saja 1. Kalau Tuhan Yesus mau baptis percik gak usah jauh-jauh ke sungai yordan cukup di bait Allah aja karena disana ada wadah yang dapat menampung air untuk upacara baptisan
2. Baptisan selam itu pertanda pertobatan firmanya jelas, 3. Kalau masih bayi tidak mungkin di baptis karena bayi belum mengerti dan tahu dosa lho dan 4. Yesus di baptis pada usia dewasa karena Yesus mengetahui kebenaran.

Hahahaha….
1. kalo Yesus dibabtis dirumahnya, Yohanes harus kerumah Yesus dong, supaya kitab digenapi. pdhal dia kan lagi sibuk di sungai yordan…
2. pertobatan? atau tanda menerima Tuhan?
3. justru bayi lbh mudah dibabtis bro, apalagi selam, kan lebih ringan dicelupin hahaha…, lagian Yesus kan ngak berdosa, tapi di babtis tuh…
4. Terang aja dibabtis dewasa, krn kalo bayi, Yohanes nya juga masih bayi bro, Yesus harus nunggu bro supaya alkitab digenapi…

to all bro n sis, next pake tuntunan Roh Kudus kalo mau memahami yang berhubungan dengan kerajaan Allah, jangan pake fikiran, baik sederhana maupun kompleks, bisa nyasar :P, dan sebaiknya jauhkan diri dari pemahaman-pemahaman harafiah, karena Allah itu tidak harafiah…

God Bless you all…

Kenapa begitu banyak dipersoalkan masalah cara pembabtisan padahal Perintah Tuhan Kita Yesus Kristus sangat jelas yaitu:
…. dan babtislah (celupkanlah / bukan percikilah) mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, … (bukan kedalam air).
Saya tidak mengerti atas perbedaan pendapat yang ada, tetapi saya juga tidak tau kepada siapa saya harus percaya selain perintah Tuhan Yesus yang tertulis pada Matius 28:19.

Kenapa harus diselam ?
1.Baptiso = diselamkan/dicelupkan. tradisi saat itu seseorang kalau mencelupkan kain putih pada air pewarna yang dia ingini, setelah dicelup kain itu akan berubah. ini adalah gambaran perubahan hidup orang yang dibaptis. manusia kembali menjadi seperti gambar Allah yang diinginiNYA.

2.kalau tidak dibaptis selam ,bagaimana mungkin Roma 6:3-4 digenapi dalam diri kita ? dikatakan dalam nats tsb, kita yang dibaptis dalam Kristus telah dibaptis dalam kematiaanNya.kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian. Mungkinkah Yesus dikuburkan tubuhNya tidak tertutupi semua ? seseorang yang dibaptis selam tubuhnya tertutupi semua oleh air sama seperti Kristus dikuburkan,tubuhnya tidak terlihat. Sama seperti Kristus keluar dari kubur dalam kebangkitanNya demikianlah persamaan orang yang keluar dari dalam air baptisan selam.

3. susah amat sih mengikuti Alkitab 100% untuk baptisan selam ? toh air sama daratan Tuhan ciptakan lebih banyak airnya ? jadi nyari air gampang banget.

4.Katanya mau seperti Yesus ? Yesus kan dibaptis selam. kenapa sih engga mau ngikutin teladan Dia?

5.salah satu makana baptisan dilakukan ialah untuk membuktikan orang itu bertobat. Kalau baptisan percik umumnya dilaksanakan gereja pada bayi/anak kecil. apakah bayi/anak-anak tersebut bisa mengambil keputusan bertobat ?Pertobatan adalah keputusan yang sangat individual bukan dipaksakan gereja atau orang tua.

Syalom dlm nama Tuhan Yesus Kristus bagi kita semua.sbenarnya sdh jelas bagi kita semua stlh mmbaca,mdgr dan myimak pndapat dan masukan dari saudara2 seiman.tinggal skrg bgaimana kita mau merendahkn hati dan merendahkn diri dihadapan Tuhan Yesus dan mau mau “MENDENGARKAN” Firman Tuhan dan melakukannya.jadi sdh jelas,bhw Tuhan Yesus “DISELAMKAN” tdk trbantahkn.dan skrg klo mau ikut teladan T.Yesus,ya dselam.klo tetap percaya hanya dgn percik,ya silahkan.tanya pada diri kita sendiri,benarkah apa yg kita lakukan sesuai dgn firman Tuhan.God bless..

Intinya apakah kita mau mgikuti teladan T.Yesus yaitu SELAM,atau kita tetap bertahan dgn kepercayaan/iman kita yaitu:PERCIK.semua terpulang pada kita bagaimana kita menanggapi firman Tuhan.GB

kalu gue sih kagak masalah, mau baptis selam kek mau baptis percik kek, yang penting apakah kita sudah melakukan kehendak Tuhan atawa belom? Bukan mereka yang berkata Tuhan Tuhan yang akan masuk sorga, tapi mereka yang melakukan kehendak Bapa yang akan masuk sorga…

Syalom..menarik perkataan saudara Fery,pertanyaannya adlh:apa kita telah melakukan seluruh kehendak Tuhan?saya ingin berbagi kepada saudara Fery ddalam Tuhan Yesus.begini,apakah yg disebut kehendak Allah?kehendak Allah adlh segala sesuatu yg dperintahkan/difirmankanNya untuk dilakukan,dituruti/ditaati oleh ciptaannya terutama manusia yg adlh segambar dgn Allah, dan khususnya lg adlh kita yg percaya kepada Allah Bapa yg kita kenal didalam Tuhan Yesus .segala ssuatu perintah firman Tuhan itu adlah:melakukan seluruh perintah firman Tuhan dengan TEPAT! DAN BENAR! SESUAI DENGAN FIRMAN TUHAN ITU SENDIRI(contoh sederhana:Nuh dan Musa dalam melakukan perintah Tuhan membuat bahtera dan kemah Allah dengan TEPAT DAN BENAR sesuai dgn firman Tuhan.contoh:mereka disuruh potong kayu dgn ukuran 12meter,pasti mereka potong 12meter tdk kurang dan tidak lebih,kalo disuruh pakai kayu penaga,mereka pasti pakai kayu penaga.mereka jelas tidak pakai kayu kelapa.semua tepat seperti perintah Tuhan).dan dalam konteks ini yaitu baptisan,adlh perintah Tuhan Yesus yg hrs kita taati untuk kita lakukan setepat2nya.sperti kita tahu bhw baptis dlm bahasa Yunani adlh:bapto-kata kerja baptizo yg “MENURUT”para pakar bahasa paling tdk adlh:SELAM,SIRAM dan PERCIK.jadi kalau kita melihatnya jelas bhw paling tdk ketiga arti kata trsebut mgisyaratkan adlh CARA PEMBAPTISAN.dan sebahagian pengikut Kristus percaya bhw apabila ditambahkan FORMULA didalam nama ALLAH BAPA,PUTERA DAN ROH KUDUS berarti syah-lah pembaptisan tersebut.inilah pendapat menurut sebahagian saudara2 seiman.pertanyaannya adlh: APAKAH INI ADALAH FIRMAN TUHAN/KEHENDAK TUHAN? Sesuai dgn firman Tuhan didalam Ibrani 6:1-2.mgatakan bhwa:AJARAN KRISTUS sama sekali TIDAK PERNAH MENGAJARKAN AJARAN PELBAGAI PEMBAPTISAN,melainkan mengajarkan umat Tuhan untuk satu Tuhan,satu iman,.”SATU BAPTISAN”(Ef 4:5).apa yg dmaksud Paulus dgn PELBAGAI PEMBAPTISAN?jelas adlh yg sering menjadi permasalahan/perselisihan didalam tubuh Kristus itu sendiri,yaitu adlh berbagai cara pembaptisan itu sendiri,yaitu:BAPTIS SELAM,BAPTIS SIRAM DAN BAPTIS PERCIK.inilah yg disebut “pelbagai pembaptisan”.dan Paulus dgn tegas mengatakan ajaran pelbagai pembaptisan adlh “SIA-SIA”! Walaupun ditambahkan dgn Formula didalam nama Allah Bapa,Putera dan Roh Kudus adlh “TIDAK TEPAT” dan “TIDAK SESUAI DENGAN FIRMAN TUHAN”.lalu apa yg dimaksud dgn “SATU BAPTISAN”?saudara2 seiman sering berpikir bhwa satu baptisan adalah:FORMULA-SATU DIDALAM NAMA ALLAH BAPA,PUTERA DAN ROH KUDUS.padahal sebenarnya adalah: SEGENAP/SELURUH/SEGALA APA YANG TERMAKTUB DIDALAM BAPTISAN ITU SENDIRI,yaitu:SYARAT2 BAPTISAN yg adalah: 1.PERCAYA.
2.DIDALAM FORMULA ALLAH BAPA,PUTERA DAN ROH KUDUS.
Dan termasuk juga
3.”CARA BAPTISAN”. DENGAN DASAR TUHAN YESUS KRISTUS SEBAGAI PATRON,ACUAN,CONTOH TELADAN BAGI KITA MURID2 dan PENGIKUT2-NYA.pertanyaannya adlh:mengapa Tuhan Yesus yang menjadi patron,acuan dan contoh teladan bagi kita? Karena Tuhan Yesus kita yakin dan sepakat apa yg dilakukanNya PASTI ADALAH BENAR,KARENA SEGALA SESUATU YANG DILAKUKAN-NYA ADALAH SELURUHNYA KEHENDAK ALLAH BAPA,BAHKAN SAMPAI SEDETIL2NYA termasuk juga “CARA PEMBAPTISAN-NYA.klo kita melihat,mendengar dan menghayati,pendapat yg dikatakan oleh para pakar,ahli2 Theologia dan seluruh umat yg mengerti baptis dan meyakininya apa itu baptis selam,baptis siram atau baptis percik.percayalah,semuanya pasti merasa BENAR!dan kita pasti terus bertengkar karena semuanya merasa BENAR!pertanyaannya:APAKAH BENAR MENURUT FIRMAN TUHAN YANG MENGATAKAN KITA HARUS SATU BAPTISAN?kalau menurut firman Tuhan semuanya adalah:SALAH!! Karena PELBAGAI PEMBAPTISAN BUKANLAH AJARAN KRISTUS DAN SEMUANYA ADALAH: SIA-SIA!!!
Walaupun didalam formula nama ALLAH BAPA,PUTERA DAN ROH KUDUS.
Jadi cara pembaptisan apakah yang benar?cara pembaptisan yang benar adalah PEMBAPTISAN YANG DILAKUKAN TUHAN YESUS KRISTUS.
Cara pembaptisan apa yg dilakukan Tuhan Yesus? Sesuai dengan firman Tuhan,Tuhan Yesus telah “MEMILIH” CARA PEMBAPTISAN DENGAN CARA DISELAMKAN.dan sesuai dengan sejarah pada waktu itu sendiri.dan kalo ada org yang menolak hal ini,orang itu sebenarnya adalah “ORANG-ORANG YANG BENAR-BENAR KERAS KEPALA”.mari kita sebagai pengikutTuhan Yesus rela dan rendahkan diri dihadapan-Nya

Dan seperti yg sdh saya sampaikan diatas,bhwa pelbagai pembaptisan yaitu baptis selam,siram dan percik brtentangan dgn firman Tuhan dan bukan ajaran Kristus dan klo tetap dilakukan adalah sia-sia.dan firman Tuhan mengatakan kita harus satu baptisan. Dan kita ketahui semua kita merasa benar dengan cara baptisan kita masing2,tetapi menurut firman Tuhan adlh tidak benar,oleh karena itu agar kita fokus dan mendapat kebenaran yg sesuai dgn ajaran Kristus.otomatis pastilah mencari satu baptisan yg benar.Tuhan Yesus adlh kebenaran,dan Ia memilih cara diselamkan.bukan karena baptisan selam adlh suatu kebenaran,melainkan karena Ia telah memilih dengan cara diselamkan sehingga pembaptisan dgn cara selam adalah MUTLAK BENAR!dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun,kecuali mereka2 yg tidak mengakui Yesus sbagai juruslamat dan Tuhan.dan klo ada tetap jg org yg mempertahankan baptis air dgn cara percik dan siram,itu adlh hak masing2.tetapi firman Tuhan jelas mengatakan pelbagai pembaptisan adlh bukan ajaran Kristus dan sia2.lalu bagaimana dgn pembaptisan bayi? Begini,kalo bayi itu tahu ia mau dibaptis,ia pasti menahan nafas saat diselamkan.ini klo pembaptisan sesuai dgn firman Tuhan yg adlh selam.kenyataannyakan orgtua kan tahu,bhwa bayi tersebut tdk mungkin diselamkan.karena mmg bayi tersebut tdk tahu mau dibaptis.sesuai dengan firman Tuhan,tidak ada satu ayat pun yang mendukung pembaptisan bayi baik secara langsung(explicit) maupun secara tidak langsung(implicit).dan mengenai kepala penjara di Filipi yang dibaptis beserta keluarganya,jelas dikatakan bhwa “seluruh keluarganya” yang “mendengar” firman Tuhanlah yang dibaptis.dan kalau ada yang berpendapat ada bayi/anak2 dibaptis dirumah itu,jelas itu adalah “pendapat/tafsir mereka sendiri” karena jelas firman Tuhan sama sekali tidak mengatakan hal itu.mengenai Kis 2:38-39.Petrus mengatakan: bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dlm nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu,maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak2mu dan bagi org yg masih jauh,yaitu sebanyak yg akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.sangat jelas sekali dikatakan agar “KAMU MASING2 MEMBERI DIRIMU DIBAPTIS” jelas sangat pribadi.jadi bagaimana dgn bayi dan anak2 kecil?firman Tuhan jelas mengatakan: kamu memberi diri dibaptis, kamu menerima “pengampunan” dan menerima “karunia Roh Kudus”dan perhatikan “TUHAN BERJANJI” kepada org percaya dan dibaptis,anak2 mereka pun menerima janji Tuhan juga.tdk ada samasekali perintah Tuhan menyuruh org percaya untuk membaptiskan anak2 mereka.melainkan anak2 org percaya terhisab ddalam perjanjian tersebut.

[...] artikel terkait: Apakah Baptisan Selam Alkitabiah? [...]

Yes, orang yg msk sorga adlh org yg melakukan kehendak Bapa di sorga. Tahu dr mana kehendak Bapa? dr Alkitab. jadi klo Alkitab blg selam (baptis) ya selam aja, ngapain dipercik. Kan katanya mau jd pelaku Firman, mau msk sorga………, ya….lakukan aja apa yg Alkitab blg, Gitu aja kok repot !!!!???

bagaimana jika seseorang pada waktu kecil dia sudah di baptis percik.tetapi setelah dewasa dia baru tahu bahwa baptisan yang harus di lakukan itu baptisan selam. apakah bisa dia di baptis selam?

bagi saya dibabtis dengan cara selam dan percik tidak jadi soal yang terpenting adalah PEMBAHARUAN DALAM SIKAP HIDUP, saya menanti babtisan Roh Kudus. saya tidak diadili dengan cara apa saya dibabtis tapi saya akan diadili dengan bagaimana saya hidup dan berperilaku, selam dan percik dipilih gereja atas dasar yang sudah mereka tentukan lewat penafsiran dalam kitab suci. adakah diantara kita yang pernah berjumpa langsung dengan Yesus dan bertanya apa dan bagaimana cara babtis yang benar. memang benar kata babtis/babtizo artinya selam, perintah Baptisan Jelas, PERGILAH JADIKAN SEMUA BANGSA MURIDKU DAN BABTISLAH/selamkan MEREKA DI DALAM NAMA BAPA,ANAK,ROH KUDUS. kita terjemahkan lurus selamkan mereka MEREKA DI DALAM NAMA BAPA,ANAK,ROH KUDUS BUKAN DI DALAM AIR. TAPI DISELAMKAN DALAM TIGA NAMA
intinya kita dibabtis dalam 3 nama bukan soal selam atau percik. soal air banyak sedikit itu hanya materi sbg simbol pencucian dosa, babtis selam dan percik juga adalah cara yang dipakai untuk pencucian dosa. orang kristen sekarang ini aneh lagaknya ajaran gereja si atau si b paling benar padahal ditafsir dari kitab suci bukan bertemu langsng dengan Yesus. saya di babtis dengan cara percik, saya mengaku satu babtisan yang kudus yaitu dalam 3 nama soal cara tidak jadi masalah, saya mengaku greja soal cara ibadah tidak jadi masalh yang terpting tidak sesat. berhentilah membahas babtisan tapi marilah kita saling menerima bahwa inilah kekayaan kristen… dibabtis dengan cara selam/percik tapi hidup tidak benar sama saja,yang terpenting kita hidup benar, saling melayani, kita DIADILI DENGAN SEBUAH PERTANYAAN : APAKAH KAMU TELAH MENOLONG ORANG YANG PALING HINA INI ?. stop sudah bicara soal babtis,,, masing2 gereja silahkan dengan cara apa kalian mau melakukan pembabtisan… syaloom….

Cara baptisan menurut alkitab hanya ada satu yaitu “SELAM” kenapa sihhhh mesti d rubah biar qt “SATU BAPTISAN”
Efesus: 4 :5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
Ayoooolah saudara2 seiman, Tuhan Yesus uda kasih teladan koq mesti di ubah2 lagiiii apa ada perintah ubah ????

Syarat mutlak boleh d baptis adalah “PERCAYA DENGAN SEGENAP HATI” Kisah Para Rasul 8:37 (Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”)

Bagai mana untuk bayi tau anak2???? Untuk bayi krna blum mengerti baptisan maka orang tuanya harus membawa anaknya ke rumah Tuhan (gereja) untuk diserahkan kepada Tuhan

Dasar Penyerahan Anak:
Bayi Yesus dibawa oleh Yusuf dan Maria ke Kaabah Allah diserahkan pada Tuhan Lukas 2:22 .
Setelah lepas susu, Samuel dibawa orang tuanya ke Silo untuk diserahkan kepada Tuhan I Samuel 1:28.
Pada masa pelayanan Yesus , tindakan orang tua yang membawa anak-anak kepadaNya dibenarkan dan diterima dengan memberkati mereka. Matius 19:13-15; Markus 10:13-16; Lukas 18:15-17.

abang ini kayanya ngga memahami dan menafsirkan secara kontekstual….. klo dikatakan Yesus tidak membaptis itu keliru besar…. coba baca Yohanes 3:22-36…. disana dengan jelas tercatat Tuhan Yesus melakukan Pembaptisan di Tanah Yudea…. dan ada kemungkinan besar baptisan yg terjadi bukan baptisan selam…. dikarenakan Tanah Yudea Jauh dari Sungai Yordan dan laut mati dimana secara geografis Tanah Yudea berada 2300 kaki diatas permukaan laut dan di tanah Yudea tidak ada sungai yg dialiri…. nah seperti apa Tuhan Yesus membaptis disana ???…. hendaknya jika kita mau menafsirkan setiap kitab dan surat yg ada di dalam Alkitab… kita harus memahami siapa penulisnya… ditujukan kepada siapa… latar belakang tempat atau pribadi yg dituju (Surat ” didlm alkitab) seperti apa…. sehingga kita menafsirkan isi Firman Tuhan tidak keliru dan terkesan dangkal pemahaman berteologinya…. dan kembali lagi berbicara Baptisan Selam atau Percik harus melihat sejarahnya…. mengapa terjadi baptisan percik? dan mengapa ada baptisan Selam??? dan saya mau menekankan kiranya baptisan itu tidak diulang-ulang karena secara pemahamannya maka kita mempermainkan Nama Tuhan yg kita sembah…. karena pembaptisan terjadi selalu mengatasnamakan dalam Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus…. karena orang yang dibaptis berulang – ulang apalagi disebabkan cara baptisannya maka ia tidak beda dengan orang-orang yang murtad (Ibrani 5:11-14 dn Ibrani 6:1-6)

@chrissicko
Justru krn saya menafsir secara kontekstual.
Yoh 3:22-36 adalah peristiwa baptisan di Yudea. Kemudian, penulis yg sama, yaitu rasul Yohanes menambahkan dlm Yoh 4:2, bahwa Yesus sendiri tdk membaptis, melainkan murid-murid-Nya.
Yoh 3:22-36 adalah peristiwa yg waktunya lebih dahulu, baru kemudian Yoh 4:22. Coba baca pelan-pelan…
Sudah perhatikan dgn baik? Jelas bukan, bahwa yg melakukan baptisan adalah murid-murid.

Yudea spt apa? ini suatu Fakta. There are many cities in Judea; of those which are situated in the East, Jerusalem is the most famous one, because of its beautiful temple for which it is famous all over the world. King Salomo built it in less than seven years {not in 1580/1589G{all the way to the roof}not in 1580/1589G} with the help of 150,000 labourers. Then there is the city of Joppe, nowadays called Jaffa, and Turris Stratonis, which the Tetrarch Herodes rebuilt, and called Cæsarea to honour emperor Augustus. Further, not far from Jerusalem, you find Bethlehem, Hebron and Cypris. In the land across the river Jordan there are Macherus, Sodom and Gomorra. (http://www.orteliusmaps.com/book/ort_text171.html – studi peta)

Di Yudea banyak kota besar. Yerusalem sendiri masuk teritori Yudea. Mungkinkah peradaban dibangun pd tempat yg tdk support utk suatu kehidupan, misalnya tdk ada air? tentu tidak. Yudea kaya dgn sumber air.

Mengenai baptis percik, silahkan gabung diskusinya disini: http://psbobby.wordpress.com/2008/06/17/asal-mula-baptisan-percik/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 277,985 hits

visitors

Readers

tracker

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: