Ps Bobby Butar Butar MTh blog

Archive for the ‘Keselamatan’ Category

8 BERKAT KESELAMATAN

Anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada manusia adalah KESELAMATAN. Hal itu dilasalvationkukan-Nya dengan jalan mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus Sang Logos untuk menjadi manusia, dan memberikan nyawa-Nya di bukit golgota melalui peristiwa salib.

Inilah berkat terbesar yang harus disyukuri oleh setiap orang percaya. Itu sebabnya anugrah keselamatan (salvation) tidak boleh disia-siakan. Kita sepatutnya hidup dalam kehendak Tuhan, yaitu dengan menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan.

Proses keselamatan sendiri tidaklah rumit. Alkitab menjelaskan ketika hati percaya, mulut mengaku Yesus adalah Tuhan, maka seseorang diselamatkan (Roma 10:9-10). Baptisan air kemudian menjadi tindakan untuk memeteraikan keselamatan yang telah diterima tersebut (Matius 28:19; KPR 2:38).

Berkat-berkat apa sajakah yang diterima seseorang ketika ia memutuskan untuk percaya kepada Yesus dan masuk dalam meterai keselamatan Allah? Paling tidak ada 8 berkat keselamatan yang patut kita renungkan dan syukuri.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Apakah Pertobatan Itu?

Hidup kekristenan disebut sebagai hidup dalam pertobatan. Dan ini merupakan prosesrepent seumur hidup (lifetime). Pertobatan (repentance) secara Alkitabiah adalah sikap hidup yang berpaling dari dosa dan kehidupan lama yang tidak berkenan di hadapan Tuhan menuju kepada kehidupan baru dalam Kristus, dimana Yesus Kristus menjadi Tuhan dan juru selamat pribadi dari seseorang. Kehadiran Yesus membawa efek pada perubahan hidup dari orang tersebut. Apabila selama ini yang menjadi pusat hidupnya adalah “keakuan” dan berhala/kuasa kegelapan, kini sepenuhnya bergantung kepada Tuhan Yesus Kristus.

Bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru (Yunani) untuk pertobatan adalah metanoia (Matius 3:8). Metanoia mempunyai arti a change of mind from evil to good or from worse to better. Jadi, pertobatan itu berasal dari hati dan pikiran yang diubahkan kemudian diikuti oleh tindakan yang menunjukkan buah dari pertobatan tersebut. Pertobatan tidak sama dengan penyesalan. Karena penyesalan belum tentu bertobat. Seseorang bisa saja menyesali kesalahan dan kejahatan yang diperbuat, namun ia dapat saja melakukannya kembali. Pertobatan tidak demikian. Seorang yang bertobat, ia tidak hanya menyesali kesalahan maupun kejahatannya namun juga berbalik kepada Allah dan meninggalkan kehidupan lamanya yang jahat dan penuh kenajisan. Inilah yang dimaksud Alkitab sebagai pertobatan sejati.

Orang yang “bertobat” harus menunjukkan tanda pertobatan. Ciri awal pertobatan adalah dibaptis selam (Yunani: Baptizo). Mengapa dibaptis selam? Karena teks asli Alkitab untuk kata baptis, adalah baptizo, yang mempunyai arti diselamkan, ditenggelamkan ke dalam air/cairan seutuhnya. Baptisan merupakan ciri mutlak yang harus terlihat pada setiap pertobatan (Matius 3:11; Kisah Para Rasul 2:38). Tuhan Yesus dalam amanat agungnya sangat menekankan mengenai baptisan sebagai tanda dari pertobatan (Matius 28:19-20). Pada saat seseorang menyatakan pertobatannya melalui baptisan selam, ia akan menerima karunia Roh Kudus. Kehidupannya akan diubahkan seiring dengan berdiamnya Roh Kudus dalam dirinya. Itu sebabnya seorang yang bertobat seharusnya menghasilkan buah Roh dalam kehidupannya (Galatia 5:22-23). Watak, sifat dan karakternya dipulihkan Allah, sehingga penuh dengan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan dan penguasaan diri.

repentanceSifat dan karakter lamanya yang cenderung jahat dan penuh keinginan daging (lust of the flesh) akan dikikis perlahan-lahan oleh Roh Kudus, dan sifat baru, karakter ilahi akan muncul dari kehidupannya. Inilah ciri kedua, yaitu karakter yang diperbarui. Apabila ada orang yang sudah “bertobat”, bahkan menjadi pelayan Tuhan, namun kehidupannya tidak menjadi berkat, cenderung menyakiti orang-orang disekitarnya bahkan terkadang menjadi “trouble maker” di keluarga maupun pelayanan gereja, patut dipertanyakan kesungguhan pertobatannya. Bisa saja motivasi hidupnya bukan memuliakan Kristus namun kemuliaan diri dan ego pribadi. Sebab itu, seharusnya setiap orang Kristen yang telah bertobat pasti tidak akan mau berselingkuh, melakukan kejahatan, melukai orang lain, mengkorupsi uang perusahaan, mabuk-mabukan dan segala perbuatan tercela lainnya.

Ciri ketiga dari pertobatan adalah kerendahan hati. Orang yang mengenal Kristus dan bertumbuh dalam iman pasti akan semakin rendah hati. Tidak ada lagi kesombongan maupun pemuliaan diri. Ia menyadari bahwa hidup dan keberadaan dirinya semata-mata merupakan anugerah Allah, dan karenanya tidak punya alasan untuk menyombongkan diri.

Tokoh-tokoh Alkitab yang dipakai Allah secara luar biasa adalah orang-orang yang rendah hati. Semakin mereka dikarunia hikmat maupun kuasa Allah, makin rendah hati kehidupan mereka. Sebab itu menjadi peringatan bila ada anak-anak Tuhan (pengusaha, karyawan, mahasiswa, pendeta, gembala, dosen sekolah Alkitab, penginjil, konselor, pendoa maupun pelayan Tuhan lainnya) yang sombong dengan karunia rohani, talenta, kecerdasan maupun kekayaan materi yang dimilikinya.

Hendaklah semua anak Tuhan meneladani Ayub, seorang besar dalam Perjanjian Lama yang berkata, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.” sungguh suatu profil manusia yang hidupnya penuh kerendahan hati meski ia memiliki hampir segala sesuatu yang diidamkan setiap orang. Ingatlah, tolak ukur kehidupan pertobatan setiap orang adalah komentar orang-orang yang ada di sekeliling, baik itu keluarga, tetangga, jemaat maupun rekan pelayanan. Sebab merekalah yang menilai dengan obyektif. Jadikanlah komentar dan pendapat mereka sebagai tolak ukur kedalaman pertobatan kita. Tuhan memberkati.

KESELAMATAN (SALVATION)

  • Keselamatan merupakan kebutuhan mutlak setiap orang (Titus 2:11-13). Allah dalam salvationkasih-Nya memberikan Yesus untuk menebus dosa manusia (Yoh 3:16).
  • Doktrin/ajaran mengenai keselamatan disebut Soteriologi. Dasar keselamatan dibangun atas pengorbanan Yesus Kristus.

  • Pandangan keliru mengenai keselamatan:

Berbuat baik akan menghasilkan keselamatan

Hidup baik akan menghasilkan keselamatan

  • Proses Keselamatan:

1.Bertobat (repent) dari dosa dan kehidupan lama (Mat 3:2; Kis 2:38).

2. Menerima Yesus sebagai Tuhan & juru selamat (Wahyu 3:20).

a. Hati percaya & mulut mengaku (Roma 10:9-10).

b. Dibaptis selam (baptizo) à Markus 16:16; Matius 3:6, 28:20; Roma 6:4-5.

Proses ini disebut juga sebagai Lahir Baru / Pembenaran (Justification) – Roma 5:1. Pembenaran berarti bahwa seseorang dibenarkan di hadapan Allah. Allah menerima dia sebagai anak-Nya, bukan karena perbuatan baik dsb tetapi karena IMAN percayanya kepada Yesus Kristus. Istilah pembenaran ini berasal dari bahasa Yunani Dikaiosis (to justify). Keselamatan terjadi secara supra natural, yaitu di dalam roh. Hanya Allah dan orang itu saja yang mengetahuinya. Itu sebabnya baptisan menjadi sangat penting, sebab mempunyai makna proclamation. Yaitu, proklamasi/pernyataan seseorang kepada dunia bahwa ia sekarang menjadi pengikut Yesus. Pada banyak gereja, seseorang yang dibaptis kemudian mendapat nama baptis dan juga akte baptisan sebagai tanda dari iman Kristiani orang tersebut kepada dunia.

Baptisan Kristen:baptismz

Baptisan Kristen adalah Baptisan Selam. Mengapa? Karena itulah baptisan yang Alkitabiah. Kata “baptis” berasal dari bahasa Yunani Baptizo, artinya diselamkan/dicelupkan ke dalam sesuatu cairan (to cover wholly with fluid).

Kosa kata:

Baptizo -> Proses penyelaman; merupakan kata kerja.

Bapto -> Selam, celup; kata dasar dari baptizo.

Baptisma -> Menunjuk pada penyelaman atau pencelupan; kata benda.

Baptizo, digunakan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menyelamkan/mencelupkan sesuatu dan mengeluarkannya kembali. Dalam teks asli Alkitab Perjanjian Baru, “baptizo” dipakai dalam kegiatan pembaptisan air, baik itu dalam baptisan Yohanes maupun baptisan yang dilakukan oleh para rasul Yesus Kristus. Tuhan Yesus menjadi contoh yang sempurna tatkala Ia memberi diri-Nya untuk dibaptiskan/diselamkan ke dalam air di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis.

Tradisi sejak masa Perjanjian Lama

Baptisan sebagai peristiwa penyelaman ke dalam air, memiliki tradisi yang panjang sejak zaman bangsa Israel Kuno (zaman Perjanjian Lama), yaitu jauh sebelum zaman Yesus. Orang Israel sejak dahulu kala telah memiliki tradisi baptisan yang disebut “baptisan proselit”. Baptisan ini merupakan upacara bagi orang asing yang ingin memeluk agama Yahudi/Judaism.

Apabila ada orang yang ingin memeluk agama Yahudi, ia harus melakukan tiga hal, yaitu mempersembahkan korban, disunat dan dibaptiskan. Upacaranya adalah sebagai berikut: Orang yang akan dibaptis memotong kuku dan rambutnya; ia harus menanggalkan pakaiannya; kolam baptisan harus diisi air sedikitnya 40 seah, yaitu kira-kira 200 liter air; setiap bagian tubuhnya harus kena diselamkan dalam air dan mengucapkan pengakuan iman di depan tiga orang bapa baptisan.

2 Ajaran utama dalam gereja Tuhan mengenai konsep keselamatan:

  • Ajaran Calvinisme

Calvinisme diajarkan oleh Johanes Calvin salah seorang tokoh reformasi protestan. Ajaran ini menekankan bahwa kedaulatan Allah sanggup menyelamatkan manusia sampai akhir. Allah sanggup memelihara keselamatan yang sudah dikerjakan-Nya. Once saved always saved. Pandangan ini menggunakan pendukung ayat-ayat sbb: Yoh 3:15, 10:27-30, 17:12; Roma 11:29; II Tes 3:3; II Tim 1:12; Ibrani 5:9; Yudas 1:23-24 dsb.

Ajaran ini dianut oleh gereja-gereja aliran Injili, calvinis, reformed dll. Efek negatif doktrin ini membuat gereja-gereja pengikutnya “malas” menginjil, karena mereka merasa apa gunanya menginjil karena nasib keselamatan sesorang sudah ditentukan Tuhan pada mulanya. Bila Tuhan sudah menentukan utk menyelamatkan, maka Ia akan menyelamatkan org tsb dengan cara-Nya sendiri.

  • Ajaran Arminianisme

Diajarkan oleh seorang teolog bernama Yakobus Arminius. Ajaran ini menekankan pada tanggung jawab manusia (human responsibility). Allah tidak memaksakan manusia untuk diselamatkan. Orang yang sudah diselamatkan, bisa saja jatuh ke dalam kemurtadan kecuali bila ia bertobat. Kalau tidak, dia akan kehilangan keselamatannya. Pandangan ini menggunakan ayat-ayat pendukung sbb: I Sam 25:1-44; Mat 7:24; Yoh 3:30; I Kor 9:27; Ibrani 4:1, 6:1-6, 10:23-29; I Petrus 5:8; II Petrus 2:20 dsb).

Ajaran ini dianut oleh gereja-gereja pantekosta, karismatik dsb. Efek positif ajaran ini adalah gencarnya misi/penginjilan yang dilakukan kalangan ini. Karena mereka termotivasi untuk mencari dan menyelamatkan orang lain. Setiap orang yg di luar Kristus, dipandang sebagai “orang yg terhilang” dan karenanya perlu mendengar berita keselamatan.

Kesimpulan:

Titik perbedaan keduanya adalah pada doktrin bahwa keselamatan tidak dapat hilang (calvinisme), keselamatan bisa hilang (arminianisme). Bila meneliti Alkitab secara baik, ada satu pernyataan dari Tuhan Yesus mengenai “potensi kehilangan keselamatan”, yaitu ketika Ia mengatakan bahwa dosa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni (Markus 3:29). Apakah arti menghujat Roh Kudus? Artinya adalah seseorang yang secara sadar meninggalkan iman Kristianinya (murtad), menolak untuk bertobat kembali kepada Tuhan, menolak pekerjaan Roh Kudus yang berusaha menginsafkannya akan dosanya tersebut sampai hari kematiannya (Yoh 16:8).

Rev. Yonggi Cho memberi penjelasan menarik: Bersikap ekstrim pada pandangan bahwa keselamatan terletak pada kedaulatan Allah (calvinisme) akan menyebabkan timbulnya kebebasan tanpa arah!! Dan sebaliknya ekstrim pada pandangan bahwa keselamatan terletak pada tanggung jawab manusia (arminianisme) dapat menyebabkan legalisme (kembali pada taurat)!!

Dalam hal inilah peranan Roh Kudus menjadi PENTING. Sebab hanya Roh Kuduslah yang dapat memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 14:13).


Ps Bobby Butar Butar MTh

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 791,416 hits

Readers

tracker
Follow Ps Bobby Butar Butar MTh blog on WordPress.com