Ps Bobby Butar Butar MTh blog

Siapakah istri Kain?

Posted on: Mei 8, 2010

SIAPAKAH ISTRI KAIN?

Penulis: Ps Bobby MTh

Kejadian 4:17 “Kain bersetubuh dengan istrinya dan mengandunglah perempuan itu…….”.

Pendahuluan Siapakah istri Kain? Apakah istri Kain adalah saudara perempuan Kain? Carl Sagan seorang atheis menggunakan pertanyaan yang sama dalam bukunya Contact (yang masuk dalam daftar penjualan terlaris di The New York Times), dan film Contact, yang berdasarkan buku Sagan, juga menggunakan itu. Ribuan orang mempertanyakan pertanyaan tersebut dan berusaha memojokkan iman Kristen. Beberapa orang yang tidak bisa menjawab, kemudian menjadi lemah iman dan meragukan keimanannya. Analisa Alkitab Ada pertanyaan yang sering ditanyakan, yaitu bukankah Tuhan melarang perkawinan antar kerabat? Hal inilah yang mendasari adanya penolakan terhadap argumentasi bahwa Kain menikah dengan saudaranya sendiri. Bertalian dengan identitas istri Kain, Alkitab memang tidak menulis dengan gamblang mengenai namanya. Satu-satunya kemungkinan adalah bahwa istri Kain adalah saudaranya (adik atau mungkin juga keponakan). Alkitab tidak mengatakan berapa umur Kain saat dia membunuh Habel (Kejadian 4:8). Karena keduanya adalah petani dan penggembala ternak, besar kemungkinan mereka sudah dewasa. Adam mempunyai anak-anak lelaki dan perempuan yang banyak. Alkitab tidak menulis jumlah anak-anak mereka. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah bahwa jumlahnya sangat banyak. Mengapa? Bila melihat catatan Alkitab bahwa usia Adam pada saat meninggal adalah 930 tahun (Kejadian 5:5), maka sangat mungkin bila jumlah anaknya mencapai hitungan ratusan jiwa. “Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya. Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.” (Kejadian 5:3-4). Sebab, jangan lupa bahwa Adam dan Hawa mendapat titah khusus dari Tuhan untuk “beranak cucu dan bertambah banyak.” (Kejadian 1:28).

Alkitab jarang menyebut kelahiran anak perempuan dan kalaupun ada pencatatan, jarang namanya disebut. Hal itu karena Alkitab ditulis dalam budaya Yahudi yang menganut asas Patrilineal. Suatu asas yang menghitung garis keturunan berdasarkan anak laki-laki. Hal itu tidak berarti mereka merendahkan kaum perempuan, namun karena garis nama kesukuan diteruskan berdasarkan keturunan laki-laki.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pada masa 130 tahun kehidupan Adam dan Hawa, jumlah keturunan telah mencapai sekitar 3200 orang. Hal itu diasumsikan dari perkiraan usia 130 tahun, biasanya seseorang kalaupun masih hidup, pasti sudah mempunyai anak, cucu, cicit, buyut dan keturunan garis berikutnya. Perkawinan antar kerabat pada masa itu belum dilarang oleh Tuhan. Karena, hukum yang melarang adanya perkawinan antar kerabat baru mulai ada pada zaman Musa.

Alkitab menulis, “Siapapun di antaramu janganlah menghampiri seorang kerabatnya yang terdekat untuk menyingkapkan auratnya; Akulah TUHAN.” (Imamat 18:6). Salah seorang tokoh di Alkitab, bapa orang beriman, Abraham menikah dengan kerabat/saudaranya sendiri yaitu Sarah. Alkitab mengisahkan, “Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.” (Kejadian 20:11-12).

Perkawinan Abraham dan Sarah adalah perkawinan kerabat, namun pada masa itu, belum ada larangan Tuhan berkaitan dengan perkawinan antar kerabat. Dapat ditarik kesimpulan sesuai dengan fakta-fakta Alkitab, bahwa istri Kain adalah kerabatnya sendiri. Masa antara Kain sampai nabi Musa meliputi rentang waktu sekitar 2500 tahun.Pada masa itu belum ada larangan Tuhan berkaitan dengan perkawinan antar kerabat. Oleh karena itu, perkawinan antara Kain dengan kerabatnya adalah sesuau yang sah dan wajar pada zaman mereka.

Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa Kain menikah dengan keturunan dari manusia yang lahir pra-Adam. Jenis manusia yang tidak berakal budi dan bersifat buas serta tidak mempunyai roh. Pandangan itu mengambil dasar dari Kejadian 1:27 yang menulis, “maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Manusia disitu dikatakan sebagai jenis tersebut. Dan mereka membedakan dengan Adam dan Hawa yang kisah penciptaannya tertulis dalam Kejadian 2:7.

Akan tetapi pandangan itu tidaklah tepat, karena melupakan salah satu unsur penafsiran, yaitu melihat konteks bahasa. Bahasa Ibrani untuk “manusia” yang dipakai dalam Kejadian 1:27 adalah “Adam”. (Wayo’mer ‘Elohiym, Na`seh ‘adam btsalmenuwkidmuwtenuw wyirduw bidgat hayam uwb`owp hashamayimuwbabhemah uwbkal- ha’arets {*} uwbkal- haremes haromes`al- ha’arets: transliterasi dari bahasa IbraniBible Library-).

Kata “Adam” ini dalam Alkitab bahasa Indonesia, ada yang digunakan langsung (misalnya dalam Kejadian 4:25 “Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.”), dan ada juga yang diterjemahkan menjadi “manusia” seperti yang tertulis dalam Kejadian 1:26-27 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Analisa atas kata “Adam” tersebut sejalan dengan kenyataan bahwa Alkitab konsisten dengan pernyataan: Adam adalah manusia pertama. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru senada berkaitan dengan hal ini. Bukan hanya kitab Kejadian yang mengajarkan, tetapi juga kitab-kitab lain: 1 Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.” 1 Timotius 2:13 “Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.”

Alasan Kedua, mari kita gunakan logika sederhana, tanpa menggunakan analisa kata dari “Adam” seperti yang sudah dijelaskan. Adakah manusia tanpa roh? Jawabannya ada, yaitu mayat/jenazah. Yang namanya manusia adalah makhluk yang memiliki roh. Ketika seseorang dikatakan “mati”, berarti rohnya keluar. Adanya roh itulah yang menghidupkan manusia. Bagaimana mungkin Kain menikah dengan mayat?!!

Analisa Genetika

Salah satu keberatan terhadap perkawinan antar kerabat/saudara adalah adanya kemungkinan cacat genetika yang diturunkan. Memang pada masa sekarang, praktek perkawinan antar kerabat atau incest sangat beresiko melahirkan generasi yang lahir cacat mental. Akan tetapi kondisi masa sekarang sangat berbeda dengan masa hidup Adam dan Hawa serta keturunannya.

Saat Adam dan Hawa diciptakan, secara fisik mereka sempurna. Firman Tuhan mengatakan bahwa apapun yang dibuat Tuhan adalah “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31), sehingga gen-gen mereka juga sempurna – tanpa kesalahan (menurut penelitian Pemetaan Gen Manusia, ada sekitar 40.000 gen dalam manusia)-

Namun, saat dosa memasuki dunia (karena Adam—Kejadian 3:6, Roma 5:12), Tuhan mengutuk dunia sehingga ciptaan yang sempurna itu kemudian mulai memburuk, yaitu mengalami penderitaan, sakit penyakit, dan kematian (Kej 3:16-19). Kerusakan genetika terjadi karena: dosa, kutukan Tuhan, polusi, kelemahan tubuh dan sakit penyakit.

Kain adalah generasi anak-anak pertama yang lahir. Ia dan saudara-saudaranya lelaki dan perempuan mewarisi gen yang sempurna dari Adam dan Hawa. Perkawinan yang terjadi antar kerabat diantara mereka tidaklah membahayakan, karena fisik dan gen mereka masih sangat baik, dan tidak ada kecacatan. Dalam situasi itu, saudara lelaki dan saudara perempuan dapat menikah dengan persetujuan Allah, tanpa kemungkinan untuk menghasilkan keturunan yang cacat.

Ketika faktor dosa, kutuk, sakit penyakit, kelemahan tubuh, polusi mulai menggerogoti generasi demi generasi, maka seiring dengan berjalannya waktu, susunan gen mengalami mutasi (perubahan) yang kurang baik dan mengakibatkan banyak gen yang cacat. Kondisi ini tidak terjadi dalam waktu singkat, namun melalui proses ribuan tahun. Pada masa kehidupan Musa (beberapa ribu tahun kemudian), kesalahan dan kerusakan genetis yang semakin buruk kemudian sampai tingkat tertentu dimana cukup sudah bagi Allah untuk melarang pernikahan saudara lelaki-saudara perempuan (dan kerabat dekat) (Imamat 18:6-16).

Lagipula, pada masa Musa, sudah sangat banyak manusia yang hidup. Oleh karenanya, perkawinan campur (perkawinan antara orang yang tidak mempunyai hubungan saudara/kerabat) sudah menjadi sesuatu yang biasa. Apalagi dalam perkawinan campur, dua orang yang berbeda kelemahan gennya, akan saling meniadakan, sehingga yang lahir adalah generasi baru yang sehat.

Kesimpulan

Dari analisa atas fakta Alkitab dan genetika, dapat diambil kesimpulan bahwa istri Kain adalah kerabatnya sendiri. Perkawinan mereka adalah sah di mata Tuhan, karena saat itu belum ada larangan tentang perkawinan antar kerabat. Fisik keduanya “sangat baik” dan jauh dari kelemahan genetika, sehingga keturunan mereka adalah anak-anak yang lahir sehat dan sempurna.

Referensi:

Alkitab Bible Library 4.0 Special Edition

http://www.christiananswers.net/indonesian/q-aig/aig-c004i.html

http://www.gotquestions.org/indonesia/istri-Kain.html

http://www.sarapanpagi.org/istri-kain-incest-vt261.html

http://www.sahabatsurgawi.net/alkitab_ip/alkitab_ip_siapakah.html

3 Tanggapan to "Siapakah istri Kain?"

Thanks u/ pengetahuan baru yg luar biasa ini. terimakasih.Gbu

thanks untuk hal yg baru ini. saya baru dengar bahkan tidak pernah memikirkannya. GBU

Tuhan Yesus memberkati,,,terimakasih !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 638,270 hits

Readers

tracker
Follow Ps Bobby Butar Butar MTh blog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: