Ps Bobby Butar Butar MTh blog

Benarkah Adam adalah Manusia Pertama?

Posted on: Mei 8, 2010

BENARKAH ADAM ADALAH MANUSIA PERTAMA?

IMAN VS EVOLUSI

Penulis: Ps Bobby MTh

Pendahuluan

Teori evolusi yang dipopulerkan oleh Charles Robert Darwin (1809-1882) telah memicu salah satu debat paling kontroversial mengenai asal-usul manusia. Bukunya yang berjudul The Origin of Species dan The descendant of man mengatakan bahwa spesies pada dasarnya memiliki fertilitas yang sangat tinggi. Jumlah keturunan yang dilahirkan lebih banyak dari keturunan yang bisa mencapai usia dewasa. Populasi kira-kira tetap berjumlah sama, dengan sedikit perubahan. Sumber makanan adalah terbatas, tetapi relatif stabil dalam jangka waktu lama, oleh karena itu terjadi perjuangan secara implisit untuk bertahan hidup.

Pada spesies yang melakukan reproduksi secara seksual, biasanya tidak ada dua individu yang identik. Beberapa variasi dalam spesies secara langsung mempengaruhi kemampuan individu untuk bertahan dalam kondisi alam tertentu. Sebagian besar dari variasi ini bersifat turunan. Individu yang kurang sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih kecil dan kemungkinan akan lebih banyak melakukan reproduksi.

Individu yang selamat kemungkinan besar akan menurunkan ciri-ciri yang dimilikinya kepada generasi berikutnya. Proses yang menyebabkan perubahan ini menghasilkan populasi yang perlahan-lahan bisa beradaptasi dengan lingkungan, dan pada akhirnya, setelah berlangsung secara terus-menerus akan terbentuk keragaman yang baru, dan akhirnya spesies baru. Dapat ditarik kesimpulan bahwa menurut teori Darwin spesies yang ada sekarang adalah keturunan dari spesies-spesies sebelumnya. Dan, seleksi alam sangat menentukan berlangsungnya mekanisme evolusi.

Komparasi Iman & Evolusi

Apabila kesimpulan dari teori evolusi tersebut diterapkan pada manusia, maka patut diduga bahwa manusia merupakan hasil evolusi atau keturunan dari makhluk lain. Benarkah Adam adalah manusia pertama? Ajaran Alkitab tersebut bersinggungan keras dengan analisa teori evolusi. Dari sinilah lahir beragam pandangan yang diantaranya mengatakan bahwa manusia masih “sepupu” dengan kera, monyet, gorilla dan primata sejenis lainnya. Ketika pernyataan mengenai asal-usul manusia menurut teori evolusi itu dikomparasikan dengan iman Kristen, maka yang terjadi adalah suatu ketidakharmonisan. Mengapa? Karena firman Tuhan mengajarkan bahwa manusia “diciptakan” langsung oleh Allah.

Kitab Kejadian 1:26-27 yang merupakan The Origin of Man menurut iman Kristiani menulis: “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Iman Kristen dengan tegas mengajarkan bahwa manusia bukanlah berasal dari evolusi suatu makhluk, namun merupakan “buatan tangan” Tuhan sendiri.

Proses penciptaan manusia berdasarkan firman Tuhan adalah Allah pertama sekali menciptakan Adam. Kejadian 2:7 mengatakan, “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kata “manusia” dalam ayat tersebut berasal dari bahasa Ibrani Adam / Adamah. Jadi, yang diciptakan Allah adalah Adam, dan bahan dasarnya adalah debu tanah yang kemudian dihembuskan nafas kehidupan.

Hawa sebagai manusia yang kedua diciptakan Allah, bahan dasarnya adalah tulang rusuk Adam. Demikian diterangkan firman Tuhan dalam Kejadian 2:21-22, “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.” Tulang rusuk Adam itu lalu dibentuk Allah dengan kuasa-Nya yang sempurna menjadi seorang perempuan, Hawa.

Adakah Manusia Pra-Adam?

Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa ada manusia yang hidup pada masa pra-Adam. Jenis manusia yang tidak berakal budi dan bersifat buas serta tidak mempunyai roh.

Menurut kajian paleoantropologis, setidaknya ada sembilan jenis makhluk purba yang dikategorikan serupa manusia, yaitu:

Australopithecus (A.) aferensis, A. africanus, Paranthropus (P.) aethiopicus, P. robustus, P. boisei, Homo (H.) habilis kecil, H. habilis besar, H. erektus, dan H. sapiens. Homo habilis mahir menggunakan alat-alat batu.

Dari titik sentral inilah, muncul pandangan yang mengajarkan adanya manusia pra-Adam. Pandangan itu mengambil dasar dari Kejadian 1:27 yang menulis, “maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Manusia disitu dikatakan sebagai jenis tersebut. Dan mereka membedakan dengan Adam dan Hawa yang kisah penciptaannya tertulis dalam Kejadian 2:7 (ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup).

Akan tetapi pandangan itu tidaklah tepat, karena melupakan salah satu unsur penafsiran, yaitu melihat konteks bahasa. Bahasa Ibrani untuk “manusia” yang dipakai dalam Kejadian 1:27 adalah “Adam”. (Wayo’mer ‘Elohiym, Na`seh adam btsalmenuwkidmuwtenuw wyirduw bidgat hayam uwb`owp hashamayimuwbabhemah uwbkal- ha’arets {*} uwbkal- haremes haromes`al- ha’arets: transliterasi dari bahasa Ibrani – Bible Library-).

Kejadian 2:7 juga menggunakan kata yang sama: Adamketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Transliterasi: Wayiytser Yahweh ‘Elohiym ‘et- ha’adam `apar min-ha’damah wayipach b’apayw nishmat chayiym wayhiy ha’adamlnepesh chayah).

Dari analisa terhadap bahasa asli Alkitab Perjanjian Lama yaitu bahasa Ibrani, tertera dengan jelas bahwa “manusia” yang dimaksud dalam Kejadian 1:27 SAMA dengan “manusia” di dalam Kejadian 2:7, yaitu “Adam“.

Kata “Adam” ini dalam Alkitab bahasa Indonesia, ada yang digunakan langsung (misalnya dalam Kejadian 4:25 “Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.”), dan ada juga yang diterjemahkan menjadi “manusia” seperti yang tertulis dalam Kejadian 1:26-27 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Urutan proses penciptaan manusia sebagaimana dikisahkan dalam kitab Kejadian di Perjanjian Lama, senada dengan pernyataan Alkitab dalam Perjanjian Baru, “Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.” (1 Timotius 2:13). Juga dalam 1 Korintus 15:45 “Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.” Dari perkawinan Adam dan Hawa, lahirlah generasi-generasi manusia berikutnya yang terus berkembang dan memenuhi Bumi sampai sekarang.

Kesimpulan

Pertama, jika manusia diasumsikan berasal dari evolusi makhluk lainnya (ingat: teori evolusi masih berupa teori, yang validitas kebenarannya masih harus diteliti dan dibuktikan), maka ada beberapa keberatan terhadap kesahihan atau validitas teori tersebut. Pertama, seharusnya kera, monyet dan primata lainnya sudah tidak ada atau punah, sebab evolusinya telah mencapai puncak, yaitu adanya spesies yang disebut manusia. Namun kenyataannya, bentuk-bentuk kehidupan tersebut masih ada dan hidup bersama spesies manusia sekarang ini.

Kedua, bila kehidupan ini adalah suatu evolusi yang terus menerus, maka manusia dapat berevolusi menjadi jenis makhluk lain. Hal itu tentu saja bertentangan dengan prinsip firman Tuhan mengenai manusia. Sebab Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa manusia adalah “gambar Allah” (Kejadian 1:27) yang sejati, dan merupakan ciptaan yang mulia sebab telah diciptakan “hampir sama seperti Allah” (Mazmur 8:6).

Bila diteliti dengan cermat, Darwin sebenarnya hanya membahas evolusi dan spesies dengan seleksi alam sebagai mekanismenya. Ia sesungguhnya tidak membahas awal mula kehidupan manusia, walaupun hal itu dimungkinkan sebagai dampak teorinya tsb. Implikasinya tentu saja jelas, yaitu teori evolusi tidak bisa dan tidak tepat apabila digunakan sebagai instrumen untuk menjelaskan asal mula manusia.

Dalam batasan tertentu, teori evolusi bisa dipakai untuk menjelaskan asal-usul hewan tertentu misalnya pinguin dan nenek moyangnya, ikan hiu dan nenek moyangnya, kucing dan nenek moyangnya dahulu dsb. Seorang bijak pemikir besar Yunani dari masa lalu, Aristoteles pernah menyatakan, “Ilmu pengetahuan yang baik harus didasari dengan iman.”

Referensi:

Alkitab

Bible Library 4.0 Special Edition

http://forumsains.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_darwin

http://www.sarapanpagi.org/apakah-evolusi-itu-suatu-ancaman-atau-sebuah-teori-vt1838.html#p8012

http://www.pbs.org/wgbh/evolution/library/07/index.html

7 Tanggapan to "Benarkah Adam adalah Manusia Pertama?"

jgn percaya dgn ilmuan bodoh yg mengatakan manusia dr kera,mungkin nenek moyang darwin yg berasal dr kera

manusia bukan ciptaan di hewan monyet manusia ciptaan dari tuhan amin…….GBU.

manusia pertama adalah nabi adam dan siti hawa … bukan nya kera ,, yang dimaksud kera adalah nene moyang darwin edan

emang Qta adlh manusia yg dicptakan serupa dan segambar dengan Allah dan Qta nggak sama dengan mahluk” lainnya ….

adam adalah manusia pertama berdasarkan keperyaan kita pada tuha, apa bila dilihat dari konteks ilmu dan pengetahuan tidak membenarkan itu boleh saja,

Pak Bob,
saya dulu pernah denger ‘kabar’ yang beredar dikalangan kristen :
Charles Darwin sebelum mati sempat bertobat dalam artian dia sendiri menyangkali teori evolusinya.
Apakah ada bukti otentik yang mendukung kabar itu ya? atau cuman gosip?
Kali aja pak Bob punya info lebih akurat tentang si Darwin.
Thanks.

Sebenarnya yang namanya Ilmu Pengetahuan dan Agama itu bertentangan…… kita tidak tau Manusia itu dari kera atau Bukan… semua orang percaya Bahwa Tuhan ( Allah ) yang menciptakaan Manusia…. memang Tuhan itu menciptakaan manusia tapi kan Secara Ilmu Pengetahuan… Manusia itu dari kera.. dan Manusia sama Kera pun Mempunyai Organ tubuh yang sama Contohnya: Tulang Belikat, Organ tubuh yang sama, Cara Duduknya, Cara Jongkoknya dan Lain-lain…. yang namanya Manusia dari kera atau apa lainnya itu semua masih MISTERI…. Contohnya ajjah Allien… semua orang bilang kalau Allien itu Hanya Mitos Orang Eropa tapi…. yang namanya Allien itu benar ada… dan yang membuat aku sangat ingin Penasaran adalah…??? Duluan siapakah yang Diciptakaan Manusia Atau Allien….. ( ini Hanya Contohnya saja ) Jadi jangan Saling menuduh kalau Sih A nuduh sih B dan Sih B juga jangan Suka menuduh A….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 638,270 hits

Readers

tracker
Follow Ps Bobby Butar Butar MTh blog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: