Ps Bobby Butar Butar MTh blog

Solusi Terbaik Bagi Wilayah Israel-Palestina

Posted on: Januari 23, 2009

palestine-flag1 israel-flagDuta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Nafi’ Atieh Mehdawi mengatakan, penyelesaian yang paling memungkinkan untuk konflik Israel-Palestina adalah membagi wilayah untuk dua negara. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada pihak yang mampu mendorong penyelesaian ke arah tersebut. Hal itu dikatakan Mehdawi saat berbicara dalam diskusi “Konflik Israel-Palestina, Perang Sampai Kapan?” di Sekolah Tinggi Teologi, Jakarta, Kamis (22/1).

“Unsur pembagian negara, yang mungkin akan menjadi penyelesaian terbaik. Tapi, siapa yang akan mendorong ini terjadi? Bahkan, Obama pun belum bisa mendorong untuk menciptakan solusi ini. Ini harapan dan doa kita bersama,” ujar Mehdawi.

Usulan ini, dikatakan Mehdawi, pernah disampaikan Palestina. Selain itu, satu usulan yang pernah dilontarkan adalah Israel dan Palestina hidup bersama dalam satu negara. “Tapi usulan ini tidak disukai kaum Yahudi dan kaum zionis. Mereka tidak mau di Israel ada orang yang beragama selain Yahudi,” lanjut dia.

Tiga hal penting yang harus dibicarakan dalam penyelesaian konflik Palestina dipaparkan Mehdawi. Pertama, mengenai perbatasan mana yang mau digunakan. Bagi Israel, pembicaraan selalu mengarah pada perbatasan yang disepakati setelah Perang Enam Hari yang terjadi tahun 1967. Kedua, soal pengungsi. “Bagaimana nasib empat juta pengungsi Palestina yang tergusur sejak perang 1948? Israel tidak mau menerima empat juta pengungsi itu. Mereka lebih suka menambah imigran Yahudi ke Israel,” kata Mehdawi.

Ketiga, pembicaraan mengenai ibu kota. Ia melontarkan, ada usulan agar Jerusalem menjadi ibu kota bersama Israel dan Palestina. Mehdawi mengingatkan, melihat konflik dua negara ini, jangan terjebak pada konflik antar-agama Islam dan Yahudi. “Slogan bahwa Palestina negara Islam adalah omong kosong. Di Palestina ada 3 agama, Islam, Kristen, dan Yahudi. Dengan konsep pemikiran seperti inilah, kita bisa melihat persoalan ini dengan jernih. Konflik ini bisa sederhana, tapi kita sering tersesat dengan bumbu-bumbu dari konflik yang sebenarnya terjadi,” ujar Mehdawi.

Sumber: Kompas. com

7 Tanggapan to "Solusi Terbaik Bagi Wilayah Israel-Palestina"

Seandainya Israel dan Palestina menerima ajaran Jesus Kristus, tidak akan ada perang yang berlarut-larut seperti ini .

Shalom !

Hm…sadarilah bahwa perang itu emang bertujuan dimaksudkan untuk meng genocide kan muslim persis seperti di bosnia

Gue setuju dengan pendapatnya murid Jesus Christ.Seandainya saja israel dan Palestina mau menerima ajaran Kristus, pasti peperangan yang dilandasi kebencian tidak akan berlarut-larut.
Yohanes 12:34,35 “Aku memberikan perintah baru kepadamu,yaitu supaya kamu saling mengasihi;sama seperti aku telah mengasihi kamu,demikian pula kamu harus saling mengasihi.Dengan demikian semua orang akan tahu,bahwa kamu adalah murid-muridku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. Ya ajaran Kristus pepedoman tentang “Kasih”bahkan sekalipun itu musuh2nya.
Juga rasul Paulus menulis kepada Jemaat di Roma,kita baca ayatnya di Roma 12:17-21 Janganlah membalas kejahatan dengankejahatan;lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!.Sedapat-dapatnya ,kalau hal itu bergantung padamu,hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudar-saudarku yang kekasih,janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis:Pembalasan adalah hak-Ku.Akulah yang akan menuntut pembalasan firman Tuhan.tetapi jika seterumu lapar,berilah dia makan;jika ia haus berilah ia minum!Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.Janganlah kamu kalah terhadab kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.Ini juga berlaku buat kita semua apa saja agama, maupun suku,ras dan bangsa. Seandainya kita bisa menghayati dan melakukan “Aturan Emas” atau “Golden Rule”
Matius 7:12. Alangkah damainya!

Damai itu indah.

GBU 4 all!

palestina dan israel tidak akan bener2 damai…
perang mereka abadi di bumi…
sejak sebelum pemerintahan daud…
mereka uda perang…
dari pemikiran saya,,inilah pemicu perang dunia ke – 3..
syalom ^^

Saya setuju dengan komentar “murid jesus christ”.

Jangan karena negara tertentu mayoritas dengan agama tertentu yang sama dengan agama yang kita peluk lalu lantas kita membelanya. Belum tentu perbuatan mereka benar.

Kalau ajaran “KASIH” itu benar2 diterapkan, saya yakin tidak akan ada yang namanya nuklir atau senjata kimia untuk saling memusnahkan sesama ciptaan TUHAN.

GBU

Sangat tidak setuju dgn kata diatas bahwa, israel tidak mau ada orang tinggal di israel selain yahudi, sangat salah besar karena selama pengetahuan saya di israel sendiri kebebasan memiliki agama dan hak yg sama bagi penduduk dan pendatang.

pembagian wilayah tidak semuda yg kita tau, dan masalah yg paling utama adalah menyelesaikan permasalahan di dalam palestina itu sendiri.

Banyak yg menulis konflik wilayah israel-palestina tanpa melihat dr jaman romawi itu sendiri, nama wilayah palestina itu disebutkan oleh kaisar romawi untuk wilayah dari libanon, sebagian surya, jordan dan sebagian mesir untuk menutupi nama Israel zaman itu karena, mereka (israel) selalu membangkang dari pemerintahan romawi pada saat itu, sedangkan palestina jaman itu hanya sekelompok (tripe) yg hidup berkelana dr satu tempat ketempat lain.

Makanya konflik israel palestina tidak di bantu oleh negara arab, karena mereka sendiri ingin memusnakan kelompok Hamas mengingat selain ingin menguasau keseluruhan israel sebagai negara palestina, mereka juga tidak ingin mengambil keseluruhan wilayah yg saya sebut di atas, dan mereka selalu membuat kekacauan di wilayah diatas.

alistine is a lie, propagated by anti semite roman emperor Hadrian, who enraged by Jewish refusal to worship him as god & submit to Roman rule, instructed that the name of Israel be removed from every map & replaced with the name of their ancient enemy ‘Palistinia’. The Palistinian’s refused the name & called themselv…es instead ‘trans-jordanians’ because they crossed the jordan river to reach the land. Only after the ‘Intifada’ & propaganda of Yasser Arafat did the name get adopted. The people of the territories held in the name of Palistine are in truth & shamefully nothing more than political refugee’s & pawns, exiled & forgotten by their countries of origin since the war of liberation from arab & egyptian aggression. Historical & documented fact. Shalom shalem Jerusalem.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 638,270 hits

Readers

tracker
Follow Ps Bobby Butar Butar MTh blog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: