Ps Bobby Butar Butar MTh blog

Mengapa Kata “Allah” dan “TUHAN” Dipakai dalam Alkitab Kita?

Posted on: Januari 13, 2009

Mengapa Kata “Allah” dan “TUHAN”

Dipakai dalam Alkitab Kita?

Pengantar

Kata “Allah” masih dipersoalkan oleh sebagian pengguna Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Persoalan ini mencuat ke permukaan, karena ada beberapa kelompok yang menolak penggunaan kata “Allah” dan ingin menghidupkan kembali penggunaan nama Yahweh atau Yahwe. Dalam teks Ibrani sebenarnya nama Yahweh atau Yahwe ditulis hanya dengan empat huruf konsonan (YOD-HE-WAW-HE, “YHWH”) tanpa huruf vokal. Tetapi, ada yang bersikeras, keempat huruf ini harus diucapkan. Terjemahan LAI dianggap telah menyimpang, bahkan menyesatkan umat kristiani di tanah air. Apakah LAI yang dipercaya gereja-gereja untuk menerjemahkan Alkitab telah melakukan kesalahan yang begitu mendasar? Di mana sebenarnya letak persoalannya? Penjelasan berikut bertujuan untuk memaparkan secara singkat pertimbangan-pertimbangan yang melandasi kebijakan LAI dalam persoalan ini.

Mengapa LAI menggunakan kata “Allah”?

Dalam Alkitab Terjemahan Baru (1974) yang digunakan secara luas di tanah air, baik oleh umat Katolik maupun Protestan, kata “Allah” merupakan padanan ‘ELOHIM, ‘ELOAH  dan ‘EL dalam Alkitab Ibrani:

Kej 1:1 “Pada mulanya Allah (‘ELOHIM) menciptakan langit dan bumi”.

Ul 32:17 “Mereka mempersembahkan kurban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah (‘ELOAH).

Mzm 22:2 “Allahku (EL), Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Dari segi bahasa, tidak dapat dipungkiri, kata ‘ELOHIM, ‘ELOAH  dan ‘EL berkaitan dengan akar kata ‘L, dewa yang disembah dalam dunia Semit kuno. EL, ILU atau ILAH adalah bentuk-bentuk serumpun  yang umum digunakan untuk dewa tertinggi. Umat Israel kuno ternyata memakai istilah yang digunakan oleh bangsa-bangsa sekitarnya. Apakah hal itu berarti bahwa mereka penganut politeisme? Tentu saja, tidak! Umat Israel kuno memahami kata-kata itu secara baru. Yang mereka sembah adalah satu-satunya Pencipta langit dan bumi. Proses seperti inilah yang masih terus bergulir ketika firman Tuhan mencapai berbagai bangsa dan budaya di seluruh dunia.

Beberapa kelompok yang menolak kata “Allah” memang berpendapat, kata itu tidak boleh hadir dalam Alkitab umat kristiani. Ada yang memberi alasan bahwa “Allah” adalah nama Tuhan yang disembah umat Muslim. Ada pula yang mengaitkannya dengan dewa-dewi bangsa Arab. Seandainya pendirian ini benar, tentu ‘EL, ‘ELOAH dan ‘ELOHIM pun harus dicoret dari Alkitab Ibrani! Lagi pula, beberapa inskripsi yang ditemukan pada abad keenam menunjukkan bahwa kata “Allah” telah digunakan umat kristiani Ortodoks sebelum lahirnya Islam. Hingga kini, umat kristiani di negeri seperti Mesir, Irak, Aljazair, Yordania dan Libanon tetap memakai “Allah” dalam Alkitab mereka. Jadi, kata “Allah” tidak dapat diklaim sebagai milik satu agama saja.

Kebijakan LAI dalam menerjemahkan ‘ELOHIM, ‘ELOAH  dan ‘EL sama sekali bukan hal baru. Terjemahan Alkitab yang pertama ke dalam bahasa Yunani sekitar abad ketiga SM. merupakan contoh tertua yang kita miliki. Terjemahan yang dikenal dengan nama “Septuaginta” dikerjakan di Aleksandria, Mesir, dan ditujukan bagi umat Yahudi berbahasa Yunani. Dalam Kejadian 1:1, misalnya, Septuaginta menggunakan istilah THEOS yang biasa dipakai untuk dewa-dewa Yunani. Nyatanya, Perjanjian Baru pun memakai kata yang sama, seperti contoh berikut: “Terpujilah Allah (THEOS), Bapa Tuhan kita Yesus Kristus” (2 Kor 1:3). Tentu, THEOS dalam kutipan ini tidak dipahami sebagai sembahan politeis.

Kata “Allah” dalam sejarah penerjemahan Alkitab di nusantara

Sebelum Alkitab TB-LAI diterbitkan pada tahun 1974, telah ada beberapa Alkitab dalam bahasa Melayu yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia. Injil Matius terjemahan A. C. Ruyl (1629) adalah upaya pertama dalam penerjemahan Alkitab di nusantara. Menariknya, dalam terjemahan perdana ini, kata “Allah” telah digunakan, seperti contoh berikut: “maka angkou memerin’ja nama Emanuel artin’ja Allahu (THEOS) ſerta ſegala kita” (Mat 1:23). Terjemahan selanjutnya juga mempertahankan kata “Allah”, antara lain:

  • Terjemahan Kitab Kejadian oleh D. Brouwerius (1662): “Lagi trang itou Alla ſouda bernamma ſeang” (Kej 1:5).
  • Terjemahan M. Leijdecker (1733): “Pada mulanja dedjadikanlah Allah akan ſwarga dan dunja” (Kej 1:1)
  • Terjemahan H.C. Klinkert (1879): “Bahwa-sanja Allah djoega salamatkoe” (Yes 12:2).

Seperti tampak pada contoh-contoh di atas, kata “Allah” yang baru belakangan ini dipersoalkan oleh sebagian umat kristiani telah digunakan selama ratusan tahun dalam terjemahan-terjemahan Alkitab yang beredar di nusantara.

Singkatnya, ketika meneruskan penggunaan kata “Allah”, tim penerjemah LAI mempertimbangkan bobot sejarah maupun proses penerjemahan lintas-budaya yang sudah terlihat dalam Alkitab sendiri.

Apa dasar kebijakan LAI dalam soal “YHWH”?

Harus diakui, asal-usul nama YHWH tidak mudah ditelusuri. Dari segi bahasa, YHWH sering dikaitkan dengan kata HAYAH ‘ada, menjadi’, seperti yang terungkap dalam Keluaran 3:14: “Firman Allah (‘ELOHIM) kepada Musa: ‘AKU ADALAH AKU.’ (‘EHYEH ‘ASHER ‘EHYEH). Lagi firman-Nya: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU (‘EHYEH) telah mengutus aku kepadamu.'” Maknanya yang persis tidak diketahui lagi, namun ada yang menafsirkannya sebagai kehadiran Tuhan yang senantiasa ‘ADA’ menyertai sejarah umat-Nya.

Apa dasar LAI menggunakan kata “TUHAN” (seluruhnya huruf besar) sebagai padanan untuk YHWH? Untuk menjawab ini, kita perlu memperhatikan sejarah. Umat Yahudi sesudah masa pembuangan amat segan menyebut nama sakral YHWH secara langsung oleh karena rasa hormat yang mendalam. Lagi pula, pengucapan YHWH yang persis tidak diketahui lagi. Setiap kali bertemu kata YHWH dalam Alkitab Ibrani, mereka menyebut ‘ADONAY
yang berarti ‘Tuhan’. Tradisi pengucapan ini juga terlihat jelas dalam Septuaginta yang menggunakan kata KYRIOS (‘Tuhan’) untuk YHWH, seperti contoh berikut: “KYRIOS menggembalakan aku, dan aku tidak kekurangan apa pun” (Mzm 23:1).

Ternyata, Yesus dan para rasul mengikuti tradisi yang sama! Sebagai contoh, dalam pencobaan di gurun, Yesus menjawab godaan Iblis dengan kutipan dari Ulangan 6:16: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan (KYRIOS), Allahmu” (Mat 4:7). Dalam kutipan ini tidak ditemukan nama YHWH melainkan KYRIOS. Jika nama YHWH harus ditulis seperti dalam teks Ibrani, mengapa penulis Injil Matius tidak mempertahankannya? Begitu pula, dalam surat-surat rasul Paulus tidak pernah digunakan nama YHWH. Dalam Roma 10:13, misalnya, Paulus mengutip Yoel 2:32: “Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (KYRIOS) akan diselamatkan”. Terbukti, kata yang digunakan adalah KYRIOS, bukan YHWH.

Mungkinkah Yesus dan para rasul telah mengikuti suatu tradisi yang “keliru”? Tentu saja, tidak! Para penulis Perjanjian Baru justru mengikuti tradisi umat Yahudi yang menyebut ‘ADONAY (‘TUHAN’) setiap kali bertemu nama YHWH. Karena Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, kata KYRIOS dipakai sebagai padanan untuk ‘ADONAY yang mencerminkan tradisi pengucapan YHWH.

Singkatnya, LAI mengikuti teladan Yesus dan umat kristiani perdana menyangkut pengucapan YHWH. Dalam Alkitab TB-LAI, kata “TUHAN” ditulis dengan huruf besar semua sebagai padanan untuk ‘ADONAY yang mengingatkan tradisi pengucapan itu. Penulisan ini memang  sengaja dibedakan dengan “Tuhan” (hanya huruf pertama besar), padanan untuk ‘ADONAY yang tidak merepresentasi YHWH. Perhatikan contoh berikut: “Sion berkata: ‘TUHAN (YHWH) telah meninggalkan aku dan Tuhanku (‘ADONAY) telah melupakan aku.'” (Yes 49:14). Pembedaan ini tentu tidak relevan untuk Perjanjian Baru yang tidak mempertahankan penulisan YHWH.

Berbagai terjemahan modern juga mengikuti tradisi yang sama, misalnya, dalam bahasa Inggris: “the LORD” (New Jewish Publication Society Version; New Revised Standard Version, New International Version, New King James Version, Today’s English Version); Jerman: “der HERR” (Einheitsübersetzung; die Bibel nach der Übersetzung Martin Luthers); Belanda: “de HEER” (Nieuwe Bijbelvertaling); Perancis”: “le SEIGNEUR” (Traduction Oecuménique de la Bible).

Penutup

Kebijakan LAI mengenai padanan untuk nama-nama ilahi tidak diambil secara simplistis. Berbagai aspek harus dipertimbangkan dengan matang, antara lain:

  • Teks sumber (Ibrani dan Aram untuk Perjanjian Lama; Yunani untuk Perjanjian Baru) dan tafsirannya.
  • Tradisi umat Tuhan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  • Sejarah pemakaian nama-nama ilahi dalam penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa dan budaya dari zaman ke zaman.
  • Kebijakan yang diikuti tim-tim penerjemahan Alkitab di seluruh dunia, khususnya yang bergabung dalam Perserikatan Lembaga-lembaga Alkitab se-Dunia (United Bible Societies).

LAI tidak pernah berpretensi seolah-olah terjemahannya sudah sempurna dan tidak perlu diperbaiki lagi. Akan tetapi, mengingat proses panjang dan berhati-hati yang ditempuh dalam menerbitkan Alkitab, tuntutan beberapa kelompok yang ingin menyingkirkan atau memulihkan nama tertentu, tidak dapat dituruti begitu saja. Dalam semua proses pengambilan keputusan menyangkut terjemahan Alkitab, berbagai faktor harus dipertimbangkan dengan saksama menyangkut teks-teks sumber, tafsirannya, tradisi penerjemahan sampai dampaknya bagi persekutuan dan kesaksian umat Tuhan bersama-sama, khususnya di tanah air kita.

Akhirnya, dengan penuh kesadaran akan terbatasnya kemampuan manusia di hadapan Allah, kita patut mempersembahkan puji syukur kepada Dia yang telah menyatakan firman yang diilhamkan-Nya untuk mendidik orang dalam kebenaran dan memperlengkapi umat-Nya untuk setiap perbuatan baik (2 Tim 3:16-17). Dialah yang telah mempersiapkan orang-orang untuk menjelmakan firman kebenaran-Nya dalam aneka bahasa dan  budaya dari masa ke masa. Segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Sumber: LAI

10 Tanggapan to "Mengapa Kata “Allah” dan “TUHAN” Dipakai dalam Alkitab Kita?"

oh, begitu yah,, terima kasih, saya jadi banyak tahu..
apakah saya boleh minta tolong kirimkan ke email saya tentang prngajaran mengapa orang kristen (protestan dan sebagian besar katolik) merayakan sabat di hari minggu? sementara dari yang saya dengar (saya belum mendapatkan pengajaran ini secara langsung) kalau hari sabat itu ternyata jatuh pada hari minggu..
saya meyakini bahwa seluruh umat kristen yang beribadah pada hari minggu bukan berarti berdosa, karena saya yakin TUHAN lebih melihat hati.. tapi saya hanya ingin tahu..
terima kasih banyak sebelumnya..
TUHAN memberkati

Perbedaannya bukan terletak di dalam bahasa (satu arab, satu ibrani) — itu sebabnya, catatan ini menjelaskannya dalam bahasa inggris.
Ternyata OBJEK PENYEMBAHANNYA yang berbeda, … silahkan simak artikel di bawah ini. Kata Allah dan Yahweh di dalam bahasa Inggris pun tidak diterjemahkan, itu memberi pengertian bahwa Allah dan Yahweh adalah nama diri (karena nama diri tidak diterjemahkan):

Meaning of word: Alhamdulillah
Meaning: Praise be to Allah. This phraze is said in thanks to God (Allah).
Explanation:
Sumber: http://www.islamic-dictionary.com/index.php?word=alhamdulillah

hal⋅le⋅lu⋅jah
________________________________________
Origin:
1525–35; < Heb halălūyāh praise ye Yahweh; cf. ALLELUIA

Show Spelled Pronunciation [hal-uh-loo-yuh]
Use hallelujah in a Sentence
–interjection
1. Praise ye the Lord! –noun
2. an exclamation of “hallelujah!”
3. a shout of joy, praise, or gratitude.
4. a musical composition wholly or principally based upon the word “hallelujah.”
Also, hal⋅le⋅lu⋅iah.

Sumber: http://dictionary.reference.com/browse/hallelujah

Syalom. Saya menjadi kristen sudah generasi ke empat (HKBP). dan berlokasi di daerah pusatnya Sipoholon. Sejak Kecil saya menyembah Nama Tuhan lebih dari satu nama, dan nama yang paling sering kami Ucapakan adalah “debata” (dewata). dalam ucapan bahasa kami tidak ada ucapan ” W “, huruf  W  diucapkan menjadi ” B”  huruf  Y diucapkan menjadi J. (saya bukan ahli bahasa).Dalam kitab Suci kami  BIBEL  kata/nama Tuhan sering diucapkan  “debata” . dan bahkan dipuji dan disembah.  Padahal nama itu adalah nama dewa Mulajadi na bolon, Tuhan yang disembah oleh orang batak zaman sebelum kristen datang. dan saat ini MASIH ADA  namanya agama Parmalim.> Tuhan Debata (dewata) adalah Tuhan Debata.  > Tuhan Yesus adalah Tuhan Yesus
Keduanya sampai kapanpun TIDAK akan pernah sama karena keberadaanya  ada.
dan perbedaan ucapan inilah yang seharusnya membedakan antara Agama Parmalim dengan Agama Kristen Protestan / HKBP
Firman Tuhan :Matius 12:37  Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”
Kita diberikanNya / ditempatkan  Roh pengertian (Tondi Parbinotoan) dengan rasa cemburu, atau dengan kata lain jangan ada saingan.
Yakobus 4:5  Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”  (kata Allah ganti dengan kata YESUS, berikutnya kita analisa  )
Mari kita minta roh pengertian itu (tondi parbinotoan), mengajari kita supaya kita mengucapkan kata2 yang sesuai dengan keinginan Yesus kepada Kita. lihat Upah dan Resiko karena kesalahan ucapan dalam firman diatas
Saat ini Pemerintah Malaysia sudah mengesahkan Undang2 di Negara itu ” bahwa nama Tuhan  allah adalah nama tuhan yang exclusive nama tuhan muslim. itu adalah kebenaran dan tidak bisa di sangkal non Muslim.
Ini juga sangat saya pribadi sesalkan dalam menggunakan nama allah didalam alkitab.
Tuhan Allah adalah Tuhan Allah.Tuhan Yesus adalah Tuhan Yesus.
keduanya sangat berbeda dan TIDAK  akan pernah sama sampai dunia selesai.
Siapakah Allah itu, penjelasannya ada cukup detail dan jelas.  buka saja di ” Google  > ketik siapa allah itu. siapakah Debata (dewata) kita akan menemukan penjelasannya dengan sangat jelas dan benar.
Jadi Malaysia meng Claim nama itu (Allah)hak exclusive tuhanya, adalah kenenaran.
 Yang menjadi kekeliruan sekarang adalah kenapa ada  nama Allah  di Alkitab.  saya bukan akhli bahasa, tetapi dengan pengertian membaca sejarah, Tuhan Allah  dengan Tuhan Yesus  adalah sangat sangat berbeda.  karena keberadaan dua-duanya memang ada di hati yang mempercainya.
Kebanyakan Jemaat Kristen tidak terlalu mempersoalkan Ucapan Allah itu dalam ibadahnya, dan bahkan bernyanyi dan meninggikan nama Allah itu.
Ucapan Tuhan Yesus dalam perikop: Hal Pengajaran yang sesat.  Mat 7: 21-23  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?23  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Mohon Maaf untuuk para pekerja di ladang Tuhan yang sudah bersusah payah menterjemahkan Bibel & Alkitab. berikan lah kami bahasa yang mudah kami mengerti dan mudah mebedakan antara putih dan hitam  jangan yang abu-abuTuhan Yesus memberkati   

Syalom.
Terima kasih penjelasannya.

Pendapat saya Pribadi.
1. Hanya Bapa2 yang di LAI sana yang mengerti betul istilah- istilah itu. kami sebagi jemaat hanya pembaca saja. dan kadang2 bingung

2. Karena Saya pribadi mendengar juga agama non Kristen menyebut nama Allah sebagai nama Tuhan Nya, saya menjadi ragu mengucapkannya.

3. Sama halnya dalam BIBEL saya, ada kata Debata, nama itu juga diucapkan agama Suku Batak (Parmalim) sebagai nama Tuhannya.

Hindarilah tulisan nama yang sama dengan agama non kristen dalam memanggil nama Tuhan didalam Kitab Suci Kristen , supaya umat jangan ada keraguan.

Pendapat saya buatlah nama ASLI, dari Tuhan kita umat kristen sesuai dengan:
> Asli diucapkan oleh yang punya Nama Sendiri
(LuK. 1:31 nama Anak)
> Asli diberitahukan oleh yang punya nama sendiri (Yoh. 17: 11-12 nama Bapa)
> Asli berada didalam nama yang punya nama sendiri, dan juga diucapkan oleh yang punya nama sendiri (Yoh 14: 26 nama roh kudus)

> Karena tidak ada nama, ataupun ucapan, ataupun apalah namanya itu yang olehNya kita bisa memperoleh keselamatan. Hanya satu nama. Kis; 4; 12. nama YESUS

> dan nama itu akan diakui oleh seluruh yang punya Lidah, dan bertekuk lutu akan nama itu.
Filipi. 2: 10: 11. nama YESUS

Tuhan Yesus memberkati.

nama saya Tagor, tetapi ada juga tagor yang lain…
orang sibuk dengan “tagor” secara harfiah, tetapi kita bisa mengenal Tagor yang mana yang dimaksud…

artinya, ngapain bingung dengan “harfiah” itu, kalau PribadiNya kita kenal dengan baik…

shalom,
hakadosh/parhobass

Hai…senang sekali bisa menemukan situs anda..
Kebetulan saya juga baru berkenalan dengan tagor…

saya mempunyai sedikit artikel yang terkait dengan tema anda di
https://jalanibrahim.wordpress.com

kalau tidak berkeberataan mungkin bisa dilihat di situs kami..

thanks…

Selamat Natal.
Immanuel !

Syaloom semua ; Untuk saudara-saudaraku seiman dalam Kristus di seluruh nusantara , saya sangat percaya dengan LAI yang telah bertahun-tahun menterjemahkan Alkitab dalam berbagai bahasa termasuk dalam pentejemahan Kata Allah, oleh sebab itu jangan kita terjebak dengan hal itu masih banyak yang harus kita lakukan untuk memenangkan Jiwa baru bagi kristus. kita ini siapalah sebenarnya masih jauh dari para ahli terjemahaan di LAI yang dipercaya pemerintah untuk mentejemahkan Alkitab. Bagi saya terjemahan LAI harga mati untuk untuk dipahami sbagai terjemahan yang benar. Thanks. GBU.

Roh Kudus yg mengilhamkan alkitab dan ada kebijakan dari Roh Kudus itu sendiri mengapa nama Elohim bukan nama diri sehingga bisa diterjemahkan. Dan para penerjemah sepakat bahwa nama Allah dalam bhs Arab (bagi org Kristen Arab) dan nama Allah dalam bhs Indonesia/Malay padanan yg paling tepat untuk Elohim. Jadi, memaksakan kata Elohim ke apa ya mungkin juga Bapa, atau Tuhan atau Yang Maha Kuasa atau Yahweh ialah satu upaya utk mengubah Firman Tuhan yg diilhamkan Roh Kudus.

Karena apa?

Karena Elohim tidak sepadan dengan kata Bapa yg adalah Abb’ dalam bhs Ibrani, juga Tuhan karena Tuhan ialah Adunay, juga tidak bisa Yang Maha Kuasa iaitu Shadday dan bukan juga Yahweh sebab YHWH bukan sebutan yg akurat utk Yahweh.

Hanya kata yg akurat dan sepadan untuk elohim apabila diterjemahkan ialah Allah yg adalah Theos dalam bhs Yunani koine, God dlm bhs Inggris, Deus dlm bhs Latin/Sepanyol dan Gott dalam bahasa Jerman.

Semoga memberi pencerahan.

sesuaikan nama asli dalam PL dan PB TUHAN adalah YHWH yesus YESHUA, Jangan bingung umat tuhan BILA PENTING SIDANG RAYA sidang raya di gagas tentang ini karena Tuhan tidak ernah memberikan kemuliaanNya pada apa pun.Dan IA SANGAT CEMBURU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 638,270 hits

Readers

tracker
Follow Ps Bobby Butar Butar MTh blog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: