Ps Bobby Butar Butar MTh blog

7 reason why wait till the marriage

Posted on: Mei 2, 2008

7 reason why wait till the marriage

Sobat muda yang dikasih Tuhan, dunia cinta selalu dipenuhi dan dibalut dengan perasaan-couple-huggingperasaan sayang, ingin diperhatikan, memperhatikan, memperdulikan, diperdulikan dan sebagainya. Kesemuanya itu mendapat satu kata untuk penyebutan, yaitu cinta. Cinta berasal dari kata Eros (bhs Yunani).

Di dalam cinta, selain terkandung rasa kasih sayang, ada juga perasaan seksual. Tatkala sepasang kekasih bersua dan saling menunjukkan rasa kasih sayang, seringkali perasaan dan hasrat seksual datang menggoda. Antara perasaan kasih sayang dan perasaan seksual hanya ada garis tipis yang membedakan.

Ada banyak anak muda yang tidak sanggup menjaga diri untuk tetap berada di dalam zona “kekudusan”, yang diwarnai dengan kasih sayang dan cinta yang tulus dan saling menghormati tubuh masing-masing. Mereka kebablasan menerobos garis tipis tersebut dan terlibat dalam hubungan seks pranikah, sesuatu yang sangat dibenci Allah.

Mengapa Allah membenci seks pranikah? Karena Allah mendesain keintiman seksual hanya untuk dialami antara pria dan wanita yang terikat dalam komitmen hubungan sepanjang hidup dalam lembaga perkawinan. Karena Dia mengasihi kita, Dia menginginkan yang terbaik untuk kita semua.

Ada tujuh alasan untuk menunggu melakukan hubungan seks sampai tahap perkawinan tiba:

1. Keintiman seksual diluar ikatan perkawinan akan membawa dampak buruk. Diantaranya adalah resiko terjadinya kehamilan dan atau penyakit-penyakit yang ditularkan akibat hubungan seksual. Tidak ada metode anti hamil yang dapat melindungi diri kita dari sexually transmitted diseases (penyakit akibat hubungan seksual). So, be careful.

2. Bila dua insan tersebut, pria dan wanita tidak melakukan hubungan seks pranikah, maka apabila mereka kemudian menikah, maka keduanya akan mengalami kebebasan yang lebih untuk saling memberi dan merespon secara fisik dan emosional satu sama lain. Hal ini dikarenakan adanya level kepercayaan yang mendalam, perasaan aman dan penerimaan diantara masing-masing yang terus bertumbuh setiap hari.

3. Bila ada sepasang kekasih yang telah terlanjur melakukan hubungan seks pranikah, dan kemudian keduanya memasuki perkawinan, biasanya mereka akan cenderung untuk saling “curiga” kepada pasangannya. Mereka akan berpikir, bila dia mau berhubungan intim denganku sebelum perkawinan, maka bisa saja dia telah melakukannya dengan orang yang lain?! Pikiran-pikiran seperti akan terus menghantui. Belum lagi, adanya kecenderungan untuk memandang satu sama lain hanya sebagai obyek seksual, daripada memandangnya sebagai keseluruhan pribadi suami/istri.

4. Untuk para gadis, pria biasanya sangat sukar untuk terikat dalam komitmen hubungan seumur hidup bila sebelumnya telah mengalami keintiman seksual dari pacarnya. Menurut sebuah survey di Amerika, salah satu alasan mengapa pria cenderung tidak mau terikat dalam komitmen hubungan perkawinan karena dia merasa telah mendapatkan pacarnya secara seksual. Hal itu akan membuatnya berpikir bila saya dapat memperoleh kesenangan secara “gratis” mengapa harus terlibat dalam komitmen seumur hidup bersama gadis itu?!

5. Keintiman seksual yang dilakukan pria dan wanita sebelum perkawinan cenderung akan menimbulkan luka batin bila salah satu dari mereka kemudian memutuskan hubungan pacaran. Pemutusan Hubungan Kasih (PHK) ini akan menghancurkan pihak yang diputuskan bukan hanya secara emosional melainkan juga akan membuatnya merasa “jijik” dengan tubuhnya yang telah cemar. Karena Allah mendesain hubungan seksual sebagai relasi yang bersifat permanen dan itu tidak dapat dipisahkan tanpa menimbulkan luka dan kehancuran. Pada saat pria dan wanita bersatu, hal itu ditulis Alkitab sebagai menjadi “satu daging”.

6. Apabila seorang pria atau wanita pernah terlibat dalam hubungan seks pra nikah dengan orang lain selain suami/istrinya yang sekarang, biasanya mereka akan cenderung untuk membandingkan (disengaja atau tidak) pasangannya yang sekarang (suami/istri) dengan pacarnya yang dulu, secara seksual. Sungguh suatu hal yang membahayakan. Itulah sebabnya kita dituntut untuk menjaga kekudusan tubuh dengan tidak melakukan hubungan seks sebelum perkawinan tiba.

7. Pasangan-pasangan yang hidup bersama di luar perkawinan, dengan maksud sebagai percobaan sebelum perkawinan atau “trial marriage”, menurut hasil survey di Amerika, cenderung mengalami tingkat perceraian yang lebih tinggi daripada pasangan yang terikat dalam perkawinan. Bukti ini menunjukkan bahwa hidup serumah tanpa perkawinan, apapun maksudnya jelas merupakan sesuatu hal yang merugikan dan membawa kehancuran yang besar dikemudian hari.

Allah itu maha pengampun dan mampu menolong untuk merestorasi setiap orang yang telah terlanjur jatuh dalam hubungan seks pranikah. Tinggalkan hubungan terlarang itu, memohon ampunlah maka Tuhan akan memulihkan (1 Yohanes 1:9). Akan tetapi, mencegah lebih baik daripada mengobati, seperti kata orang-orang bijak. So, why don’t we wait, OK!! God bless.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 638,270 hits

Readers

tracker
Follow Ps Bobby Butar Butar MTh blog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: