Ps Bobby Butar Butar MTh blog

Pacar lebih dari satu…

Posted on: April 30, 2008

PACAR LEBIH DARI SATU…

Kacau tuh, si Rudy, pacarnya banyak amat. Buka cabang di mana-mana dia,” kata Edo pada teman-temannya. “Kita ketemu di Plaza Senayan jam 8 nanti ya, sayang,” kata Ricky pada Sarah, karena sorenya ia ada janji untuk bertemu Aline di sebuah kafe tenda yang terletak di bilangan Semanggi. Siska salah seorang pemudi mengatakan dalam sebuah seminar anak muda, “Nggak boleh punya pacar banyak. Pacar itu ya harus satu dong.” Komentar-komentar mereka sedang memaparkan kepada kita sebuah realitas yang memang nyata ada dan berkembang dalam kehidupan anak-anak muda dewasa ini.

Bolehkah memiliki pacar lebih dari satu? Sebelum mencari jawabannya, mari kita melihat pembahasan berikut. Sebenarnya, apa sih tujuan seseorang ketika memutuskan untuk berpacaran? Jawaban pertanyaan ini bisa beragam, dari yang masuk di akal sampai yang tidak. Ada yang mengatakan untuk senang-senang saja, karena kini ada yang memperhatikan. Ada yang mengatakan, untuk memacu diri dalam berprestasi dibutuhkan seseorang sebagai pacar yang akan mendorong dan memberi motivasi. Ada yang berkata, “Untuk menunjukkan bahwa gue ini laku.” Ada juga yang bilang, “Kan malu kalo nggak pacaran, sementara teman-teman udah punya pacar semua.” Ada juga jawaban umum seperti, “Ya, persiapan untuk married donk.”

Tujuan seseorang ketika berpacaran bisa dijadikan salah satu tolok ukur dalam melihat keseriusan orang tersebut berpacaran. Ada dua sikap umum yang menjadi pandangan dan pegangan orang-orang muda ketika berhadapan dengan persoalan yang satu ini. Sikap ini disuarakan oleh dua rekan yang penulis temui.

Seorang rekan wanita yang ditemui penulis, mengungkapkan bahwa pacaran itu ada dua tahap. Pertama, tahap kurang serius atau penjajakan, kedua, tahap serius. Dia mengatakan, ketika masih tahap pertama, tentu saja sah jika memiliki kenalan pria yang banyak. Dia mengatakan, “Kan masih tahap penjajakan. Jadi, wajar aja dong, kalau kita juga melihat cowok-cowok lain. Namanya juga seleksi.” Jadi, dalam taraf ini, dia setuju aja kalau “pacar” itu boleh lebih dari satu. Namun sukarnya, tahap ini menjadi luntur ketika nafsu, rayuan manis nan gombal dan obral kata-kata menjadi bagian yang menguasainya. Akibatnya, kita mengenal istilah-istilah seperti Marriage By Accident (MBA), yaitu pasangan muda usia bahkan remaja yang sebenarnya belum siap menikah, namun terpaksa memasuki gerbang perkawinan.

Tahap penjajakan seharusnya menjadi tahap seleksi yang baik bagi anak-anak muda Kristen. Dalam tahap inilah, kedua pihak bisa saling mengenal kepribadian, hobi, kebiasaan maupun intelektual masing-masing. Di sinilah, kamu bisa mengukur tingkat kesetiaan dan komitmen calon pasangan hidup. Namun, “aturan mainnya” harus jelas. Jangan jadikan tahap ini sebagai ajang untuk melepaskan rayuan-rayuan gombal, maupun memberikan komitmen-komitmen yang bisa mengikat. Jangan izinkan sentuhan-sentuhan tubuh yang kelewat batas, maupun hal-hal yang bisa menimbulkan dorongan seksual. Bergaul saja dengan leluasa dan bebas. Saling tukar pikiran, belajar bersama, melayani bersama, maupun pergi ke ibadah-ibadah kaum muda. Pada intinya, jangan ada komitmen apapun.

Namun ketika sudah memasuki masa-masa serius, yaitu telah ada seseorang yang spesial di hati, ketika unsur komitmen, janji untuk saling setia sudah mewarnai, dia mengatakan, pacaran itu hanya boleh dengan satu orang saja. Yaitu dengan orang yang sudah saling berkomitmen untuk melanjutkan pacaran itu menuju proses perkawinan. Kalau sudah sampai di sini, pacar itu memang lebih baik satu saja. Apalagi, kalau tujuan berpacaran itu bukan untuk main-main dan sudah mengarah untuk membentuk tali perkawinan.

Seorang teman lain, pria, mengatakan, bahwa pacaran itu hanya boleh dengan satu orang saja. Alasannya, “Kamu marah nggak diduain?” atau, kita mendengar bahwa si doi ternyata juga jalan dengan orang lain. Hal ini akan menyakitkan hati. “Lebih baik putus daripada diduakan,” ungkapnya. Pernyataannya ini memang patut direnungkan. Bagaimana kalau diri kita yang diduakan? Bagaimana kalau pacar yang dikasihi ternyata mempunyai kekasih yang lain juga? Hati ini pasti sakit bukan!

Memang tidak ada satu jawaban yang akan benar-benar dapat memuaskan hati. Bagi anak-anak muda Kristen, sebenarnya kita dituntut untuk dapat bersikap dewasa. Apakah artinya memiliki banyak pacar jika motivasinya hanya untuk pamer, dipermainkan ataupun alasan-alasan sejenis? Bukankah dengan melakukan itu, ada hati yang akan terluka? Ada pribadi-pribadi yang akan stress bahkan depresi karena ulah iseng semata.

Bersikap dewasa, berarti dapat menentukan kapan waktunya untuk membina hubungan dengan para gadis atau pria untuk dijadikan teman pergaulan semata, maupun dijadikan teman hidup. Dapat membuat batasan-batasan dalam bergaul dengan lawan jenis. Memandang pacaran sebagai sebuah langkah awal untuk menggenapkan firman-Nya (Kej 1:24), akan membuat kita bijaksana di dalam mengarungi kehidupan asmara. Jangan lupa, mintalah Roh Kudus untuk menolong dan menuntun langkah hidup kita setiap hari. Ada begitu banyak godaan dosa di luar sana. Hanya Allah yang sanggup menolong setiap kita. Percayailah hati nuranimu yang telah diterangi Roh Allah dalam mengarungi kehidupan cinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 638,270 hits

Readers

tracker
Follow Ps Bobby Butar Butar MTh blog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: