Ps Bobby Butar Butar MTh blog

Perkawinan Dalam Perspektif Kristen

Posted on: April 24, 2008

Perkawinan Dalam Perspektif Kristen

Penulis: Ps Bobby MTh

Pandangan Alkitab Tentang Perkawinan:wedding

  • Perkawinan atau pernikahan adalah antara satu laki-laki dengan satu perempuan (Kejadian 2:18-25).
  • Lembaga perkawinan diciptakan oleh Allah. Dia berinisiatif menjodohkan Adam dengan Hawa. Ia mengawinkan keduanya dalam suatu ikatan perkawinan yang kudus (Kejadian 2:21-25).
  • Perkawinan Kristen adalah perkawinan Monogami. Kekristenan tidak membenarkan poligami (1 Korintus 7:2; 1 Tesalonika 4:2-5).
  • Ikatan perkawinan disebut juga sebagai ikatan yang “telah dipersatukan” oleh Allah. Oleh sebab itu dalam Perkawinan Kristen tidak dikenal adanya kata cerai. Sebab Allah membenci perceraian (Matius 19:6; Markus 10:9; 1 Korintus 7:10-11).

Arti Perkawinan Kristen:

  • Suami istri tersebut dinyatakan sebagai telah dipersatukan oleh Allah. Inilah konsep jodoh yang sejati. Jodoh dalam iman Kristen adalah suami/istri yang dikawinkan resmi dihadapan Allah (pemberkatan nikah) dan pemerintah (kantor catatan sipil). Allah menjadikan keduanya menjadi “satu daging” (Kejadian 2:24). Mereka bukan lagi dua melainkan satu. Dalam kesatuan inilah Allah menyediakan berkat yang melimpah dalam perkawinan orang-orang benar (Kejadian 1:26-29; Mazmur 112:1-9; 128:1-6).
  • Kesatuan suami istri adalah seperti kesatuan kepala dan tubuh manusia. Kristus adalah Kepala jemaat dan jemaat adalah tubuh-Nya. Suami disebut sebagai kepala dari istri (Efesus 5:22-25). Tubuh tidak mungkin hidup tanpa kepala demikian juga sebaliknya tidak ada kepala tanpa tubuh. Hal ini menjelaskan bahwa Allah memandang kesatuan perkawinan sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan oleh alasan-alasan manusiawi. Hanya dosa zinah dan maut yang dapat memisahkan (Matius 19:9; 1 Korintus 7:39).

Hukum Ilahi dalam Keluarga Kristen:

  • Suami harus mengasihi istri sama seperti ia mengasihi tubuhnya sendiri. Seorang suami tidak boleh suami berlaku kasar kepada istrinya (Efesus 5:25-33; Kolose 3:19).
  • Istri harus tunduk kepada suami seperti kepada Tuhan (Efesus 5:22; Kolose 3:18; 1 Petrus 3:1-2).
  • Suami harus hidup dengan bijaksana terhadap istrinya dan menghormati istrinya sebagai kaum yang lebih lemah dan sesama pewaris anugerah Allah (1 Petrus 3:7). Hal ini penting, agar doanya tidak terhalang.
  • Suami istri wajib memenuhi kebutuhan biologis secara wajar (1 Korintus 7:3-6). Hal ini penting dipahami, untuk menghindarkan terjadinya perselingkuhan dalam perkawinan yang disebabkan faktor tersebut. Kasih harus menjadi landasan suami istri dalam membina rumah tangganya. Suami istri harus menghormati hubungan perkawinan mereka (Ibrani 13:4).

Kesimpulan:

Perkawinan adalah sesuatu yang kudus karena diciptakan oleh Allah. Itu sebabnya Alkitab menyebut ikatan perkawinan sebagai “dipersatukan” oleh Allah. Perkawinan Kristen adalah monogami. Allah membenci perceraian, oleh sebab itu suami istri harus mengusahakan dan merawat perkawinan mereka dengan sebaik mungkin dengan landasan Kasih Allah. Perkawinan yang sukses akan dipenuhi dengan berkat Tuhan.

Download tulisan (format PDF)

1 Response to "Perkawinan Dalam Perspektif Kristen"

Excelence work for the Master. Do pray for you.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 638,270 hits

Readers

tracker
Follow Ps Bobby Butar Butar MTh blog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: