Ps Bobby Butar Butar blog

Posts Tagged ‘Perjanjian Baru

MENGENAL BACKGORUND DUNIA PERJANJIAN BARU


Penulis: Ps Bobby MTh

 

Ketika mempelajari Alkitab maupun mendengar kotbah, setiap orang pasti rindu rabbimendapat pengetahuan yang lebih dalam lagi mengenai Allah dan firman-Nya. Dalam tulisan ini, diharapkan pembaca mendapat pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai latar kisah dunia Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama berakhir dengan pembuangan bangsa Ibrani (Israel) ke Babel selama 70 tahun. Beberapa abad sebelum peristiwa itu terjadi, nabi-nabi Tuhan telah menubuatkan tentang hukuman Allah yang akan dijatuhkan atas bangsa pilihan-Nya. Pembuangan ini disebabkan karena kemerosotan iman dan moral mereka. Hukuman Allah tersebut dikenal dengan nama “Pembuangan Babel”.

 

Perubahan Keagamaan

Salah satu akibat dari pembuangan bangsa Israel ke Babel adalah perubahan kehidupan keagamaan. Pahitnya pengalaman hidup selama 70 tahun di Babel mendorong mereka untuk mereformasi kehidupan rohani yang benar-benar dipimpin oleh Tuhan. Sebelum pembuangan, bangsa Israel kerap menyembah berhala. Setelah pembuangan terjadi revolusi, pertobatan nasional sehingga mereka menjadi bangsa yang hanya percaya kepada Tuhan saja (monoteisme).

Kebangunan rohani terjadi, karena Israel menyaksikan semua yang dinubuatkan para nabi itu terjadi, yakni: Yerusalem dihancurkan, pembuangan bangsa Israel ke Babel, kejatuhan negeri Babel secara tiba-tiba, sampai raja Koresy memerintahkan pembangunan Bait Allah di Yerusalem. Semuanya itu telah dinubuatkan para nabi, seperti nabi Yeremia, bertahun-tahun sebelumnya.

Salah satu mujizat yang dipakai Tuhan untuk membangun kerohanian bangsa Israel selama pembuangan adalah Daniel, seorang tokoh yang oleh anugerah Tuhan diangkat sebagai pemimpin kedua di bawah Raja Babel. Ada ribuan orang Israel yang kembali ke tanah Palestina untuk membangun kembali Yerusalem dan Bait Allah sebagai pusat keagamaan mereka.

 

Beberapa Istilah Penting

Ketika membaca kitab-kitab Injil, kita pasti akan betemu dengan istilah-istilah seperti orang Farisi, Saduki, Herodian, orang Zelot, Sanhedrin dan sebagainya. Tidak banyak orang yang mengetahui arti dari istilah-istilah tersebut. Karena memang pemahaman akan istilah-istilah itu biasanya hanya didapatkan di sekolah-sekolah Alkitab.

  • Synagoge Agung

Synagoge Agung adalah suatu dewan yang terdiri dari 120 orang anggota, yang menurut tradisi Yahudi dibentuk oleh Nehemia dan diketuai oleh Ezra sekitar tahun 410 S.M. Dewan ini bertujuan menghidupkan kembali ibadah kepada Tuhan dan hidup keagamaan para tawanan yang kembali dari Babel. Dewan Synagoge Agung ini berperan untuk menghidupkan, memulihkan dan mengumpulkan 39 kitab-kitab suci dalam satu golongan kitab kanon Perjanjian Lama.

  • Sanhedrin

Dalam perkembangan kemudian Dewan Synagoge Agung berganti nama menjadi Sanhedrin. Dewan Sanhedrin terdiri dari 71 orang anggota. Mereka adalah para Imam, bangsawan Saduki, dan beberapa orang Farisi. Patut diketahui, rasul Paulus, dahulumya tatkala masih bernama Saulus, adalah anggota Sanhedrin. Sanhedrin akhirnya dihancurkan pada tahun 70 M, bersamaan dengan penghancuran kota Yerusalem oleh Jenderal Titus dari Romawi.

Sanhedrin adalah lembaga tertinggi bangsa Israel. Mereka mengatur tata cara ibadah, hukum taurat sampai masalah-masalah sosial. Para anggota Sanhedrin bertemu setiap hari di “chamber of Hewn Stones” di dalam kompleks Bait Allah Yerusalem. Sanhedrin tidak bersidang di saat-saat khusus, seperti Hari Sabat maupun Perayaan keagamaan Yahudi. Sanhedrin diketuai oleh seseorang yang disebut sebagai “nasi” (Ibrani) yang artinya “prince“. Dan seorang wakil ketua yang disebut av bet din (Ibrani) yang artinya “father of the court“.

Sanhedrin mengadili para pelanggar hukum, namun tidak berhak menahan/memenjarakan mereka. Proses hukum di Sanhedrin memerlukan minimum dua saksi gar dapat mendakwa seseorang. Seorang terdakwa, dapat memanggil saksi yang meringankannya.

  • Orang Farisi

Orang Farisi adalah golongan pemimpin agama. Mereka mempercayai bahwa Tuhan memberikan Musa Hukum-Nya secara Verbal (oral/diucapkan) dan dalam Taurat (Torah). Taurat adalah hukum yang tertulis dan karenanya dapat ditafsirkan maupun diaplikasikan sebaik mungkin. Secara tradisi golongan farisi menafsirkan Hukum Taurat dan memberikan panduan aplikasinya secara turun temurun. Dikemudian hari, penafsiran Taurat dan cara melaksanakannya itu dibukukan dan disebut sebagai TALMUD.

. Mereka menjalankan hukum Taurat dengan sungguh-sungguh. Orang Farisi sangat dihormati dan disegani oleh rakyat. Pemerintah penjajahan Romawi pun tidak berani meremehkan kedudukan mereka. Mereka dibiarkan pemerintah untuk mngurusi rakyatnya, kecuali orang-orang yang menghadapi hukuman mati. Contoh: peristiwa penyaliban Yesus Kristus.

  • Orang Saduki

Nama Saduki berasal dari Zadok. Orang-orang Saduki adalah anak cucu Zadok. Bani Zadok memegang jabatan sebagai Imam Besar. Mereka adalah pembesar-pembesar Yahudi yang mempunyai jabatan-jabatan dalam pemerintahan. Mereka lebih mementingkan status sosial daripada agama. Golongan ini hanya mempercayai kelima “ “kitab Musa”, yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan & Ulangan. Mereka tidak percaya adanya kebangkitan orang mati dan eksistensi atau keberadaan malaikat.

  • Herodian

Herodian bukan suatu golongan agama, tetapi organisasi politik yang membela dan mempertahankan kedudukan raja Herodes. Orang Farisi pada umumnya sangat membenci mereka, karena mereka adalah orang-orang Yahudi yang pro penjajahan Romawi (mendukung penjajahan).

  • Orang Zelot

Zelot berarti fanatik. Orang Zelot adalah Partai Nasionalis Yahudi yang radikal. Mereka sangat membenci penjajah Romawi. Menurut catatan sejarah, mereka akhirnya memimpin pemberontakan bangsa Yahudi/Israel atas bangsa penjajah Romawi. Perjuangan mereka berakhir tahun 70 M tatkala pasukan Romawi dibawah pimpinan Jenderal Titus menyerang dan menghancurkan Yerusalem. Patut diketahui pula, bahwa salah satu murid Tuhan Yesus, Simon orang Zelot, adalah anggota kelompok ini.

Sangat menarik untuk mengenal dunia Perjanjian Baru, karena di dalamnya kita akan belajar dan memahami banyak hal yang berkaitan dengan pertumbuhan iman Kristiani. Tuhan memberkati!

 

Referensi:

Blackman, Philip. Introduction to Tractate Sanhedrin of the Mishnah. New York: The Judaica Press, 1963.

Dimont, Max. Jews, God and History. New York: The New American Library, 1962.

Encyclopedia Judaica “Sanhedrin“. Jerusalem: Keter Publishing House, 1971.

Kung, Hans. Judaism. New York: Crossroad, 1992.

Seltzer, Robert M. Jewish People, Jewish Thought. New York: Macmillian Publishing Co, 1980.

http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/History/sadducees_pharisees_essenes.html

 


Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 324,999 hits

visitors

Readers

tracker

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.