Ps Bobby Butar Butar blog

Mengapa Yesus mati disalib?

Posted on: Maret 29, 2013

 MENGAPA YESUS MATI DISALIB?

Penulis: Pdt Bobby Butar Butar MTh

salib yesusKeraguan

Mengapa Yesus disalib? Apakah kesalahannya? Mengapa Yesus harus mati? Benarkah yang mati disalib itu adalah Yesus? Pertanyaan-pertanyaan demikian mengemuka ketika membahas kontroversi penyaliban dan kematian Yesus.

Para skeptisis tidak percaya bahwa Yesus benar-benar mati disalib. Ada yang beranggapan bahwa Yesus diturunkan dari salib dan kemudian diobati dari luka-lukanya. Ada juga yang meyakini bahwa Yesus tidak mati disalib, karena tradisi penyaliban sebagai hukuman mati hanya bersumber dari data Alkitab, sedangkan literatur non Kristen tidak mencatat demikian. Pengusung argumen bahwa Yesus tidak mati disalib (namun mati dengan cara hukuman lain) diantaranya adalah Gunnar Samuelsson, teolog Swedia dari Gothenburg University.

Sementara, orang-orang Kristen di seluruh dunia meyakini bahwa berita Alkitab tentang penyaliban dan kematian Yesus sudah terang benderang, yaitu pribadi yang disalib oleh tentara Romawi dan mati adalah Yesus dari Nazareth, Firman Allah yang telah datang ke dunia untuk menebus dosa manusia.

Saya percaya pasti ada titik temu atau suatu kepastian mengenai apakah sungguh benar-benar pribadi Yesus yang mati disalib itu? Serta alasan mengapa dia mati! Kepastian yang bukan saja secara teologis, namun juga ilmiah berdasarkan fakta-fakta sejarah. Hal itulah yang melatarbelakangi penulisan ini.

Itulah alasan saya menggali sumber-sumber dari luar kekristenan yang memberi kesaksian mengenai kematian Yesus. Sebab saya menyadari jika hanya mengandalkan fakta-fakta dari kekristenan (Alkitab maupun tulisan para bapa gereja) pasti akan disebut subyektif dan bias.

Oleh karena itu untuk menjaga netralitas dan obyektifitas, maka bukti-bukti yang disajikan disini akan bersumber dari literatur-literatur non Kristen. Barulah diakhir tulisan, saya mengulas aspek teologis kematian Yesus.

 

Benarkah Yesus disalib dan mati?

Fakta sejarah dari literatur non Kristen

Saya akan menyajikan fakta sejarah yang berasal dari kalangan non Kristen untuk menjawab pertanyaan diatas secara obyektif. Mengapa saya menggali dari sejarawan non Kristen, karena mereka tentunya tidak memiliki kepentingan tertentu dan tidak mengalami “conflict of interest”.  Sebagai pihak atau orang-orang yang bukan beragama Kristen, fakta sejarah yang mereka tulis tentang Yesus pastinya dapat divalidasi bersifat netral.

 

pilatus1.    Pontius Pilatus

     William Barclay ahli Perjanjian Baru meyakini bahwa Pilatus semestinya melaporkan penghukuman mati Yesus ke Roma sebagai bagian dari laporan administrasi kenegaraan. Ia menulis: “Pilate must have sent a report of the trial and death of Jesus to Rome; that would happen in the normal course of administration. An apocryphal book called The Acts of Peter and Paul contains an alleged copy of that report. This report is actually referred to by Tertullian and Justin Martyr and Eusebius. The report as we have it can hardly be genuine, but it is interesting to read it:

 

Pontius Pilate unto Claudius greeting.

 

There befell of late a matter of which I myself made trial; for

the Jews through envy have punished themselves and their

posterity with fearful judgments of their own fault; for

whereas their fathers had promises that their God would send

them out of heaven his Holy One, who should of right be called

king, and did promise he would send him on earth by a virgin;

 

He then came when I was governor of Judaea, and they beheld him

enlightening the blind, cleansing lepers, healing the palsied,

driving devils out of men, raising the dead, rebuking the winds,

walking on the waves of the sea dry-shod, and doing many other

wonders, and all the people of the Jews calling him the Son of

God; the chief priests therefore moved with envy against him,

took him and delivered him unto me and brought against him one

false accusation after another, saying that he was a sorcerer

and that he did things contrary to the law.

 

But I, believing that these things were so, having scourged him,

delivered him to their will; and they crucified him, and, when

he was buried, they set their guards upon him. But while my

soldiers watched him, he rose again on the third day; yet so

much was the malice of the Jews kindled, that they gave money

to the soldiers saying: Say ye that his disciples stole away his

body.

 

But they, though they took the money, were not able to

keep silence concerning that which had come to pass, for they

also have testified that they saw him arisen, and that they

received money from the Jews. And these things have I reported

unto thy mightiness for this cause, lest some other should lie

unto thee, and thou shouldest deem right to believe the false

tales of the Jews.

                   

Pilatus mengetahui bahwa Yesus tidak bersalah. Namun karena tekanan orang-orang Yahudi yang iri pada Yesus, maka ia takluk pada keinginan mereka untuk menyalibkan Yesus.

 

josephus2.  Josephus (37 – 100)

Ia adalah seorang Yahudi dan beragama Yudaisme (agama Yahudi). Nama Yahudinya adalah Joseph bin Matthias. Ia berasal dari keluarga imam dan dilahirkan di Yerusalem beberapa tahun setelah kematian Yesus. Pada tahun 93 ia menulis Antiquitates Judaicae atau Antiquities of the Jews yang sangat tebal (terdiri dari 20 buku). Sebuah maha karya sejarah mengenai peradaban bangsa Israel sejak zaman nenek moyang.

Ia menulis dalam buku ke 18, bab 3:

Now there was about this time Jesus, a wise man, if it be lawful to call him a man; for he was a doer of wonderful works, a teacher of such men as receive the truth with pleasure. He drew over to him both many of the Jews and many of the Gentiles. He was [the] Christ. And when Pilate, at the suggestion of the principal men amongst us, had condemned him to the cross, those that loved him at the first did not forsake him; for he appeared to them alive again the third day;  as the divine prophets had foretold these and ten thousand other wonderful things concerning him.

Dalam karya tulisnya itu, Josephus jelas sekali menyebutkan tentang Yesus yang disebutnya sebagai orang yang bijaksana. Yesus itu disebut Mesias atau Kristus. Yesus diceritakan mengalami hukuman mati dengan cara disalib oleh Pilatus. Tiga hari kemudian Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.

Berdasarkan keterangan Josephus, nyata suatu fakta kebenaran sejarah bahwa Yesus benar-benar disalibkan dan kemudian mati, lalu bangkit pada hari yang ketiga menampakkan diri kepada para pengikut-Nya.

 

tacitus3.   Tacitus (52/54 – 120)

Sejarawan Roma, Cornelius Tacitus menulis dalam Annals of imperium Rome (karya yang ditulisnya satu generasi setelah kebakaran besar di Roma tahun 64). Tacitus adalah seorang sejarawan Romawi yang lahir sekitar 52 – 54 dan meninggal sekitar 120.

Pada tahun 112/113 dia menjadi proconsul / gubernur di Asia. Dia menulis buku Annals of imperium Rome  yang berisi sejarah kekaisaran Romawi periode tahun 14 – 68. Salah satu topik yang ditulisnya adalah mengenai Kaisar Nero yang telah mengkambinghitamkan orang Kristen sebagai penyebab terbakarnya kota Roma. Ia menulis dalam Annals 15.44.2-3 sebagai berikut:

“Nero menyalahkan dan dengan amat kejam menganiaya lapisan masyarakat yang paling dibenci yaitu mereka yang disebut orang-orang Kristen oleh masyarakat umum. Pada masa pemerintahan Tiberius, Kristus, sumber dari panggilan itu, menderita hukuman yang amat keji dalam tangan salah seorang penguasa kita, yaitu Pontius Pilatus. (Annals, XV, 44).

Demikian laporan Tacitus, sejarawan Romawi, yang menuturkan situasi pengikut Kristus di kota Roma. Tentang Kristus, Tacitus menyebutkan bahwa dia telah menderita hukuman yang ekstrem pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. Tidak disebutkan secara eksplisit cara eksekusinya, namun hukuman salib merupakan cara eksekusi yang lazim pada masa itu bagi pelaku tindakan kriminal dan pemberontakan.

 

lucian4. Lucian (120 – 180)

Sejarawan Yunani bernama Lucian pernah menulis “The Death of Peregrine”, buku mengenai seorang yang bernama Peregrini. Ia mengisahkan tentang kehidupan orang ini yang memeluk agama Kristen. Lucian menulis bahwa apa yang diyakini Peregrini (yaitu iman Kristennya) merupakan sebuah kepercayaan iman yang berasal dari tanah Palestina, yang disebutnya menyembah orang yang telah disalibkan di Palestina.

Teks selengkapnya:

“The Christians, you know, worship a man to this day—the distinguished personage who introduced their novel rites, and was crucified on that account. … You see, these misguided creatures start with the general conviction that they are immortal for all time, which explains their contempt of death and voluntary self-devotion which are so common among them;

 and then it was impressed on them by their original lawgiver that they are all brothers, from the moment that they are converted, and deny the gods of Greece, and worship the crucified sage, and live after his laws. All this they take quite on faith, with the result that they despise all worldly goods alike, regarding them merely as common property.”

 Sumber: Lucian, The Death of Peregrine 11–13, translated by H.W. Fowler and F.G. Fowler in The Works of Lucian of Samosata (Oxford: Clarendon Press, 1949), vol. 4, as quoted and cited by Gary R. Habermas, The Historical Jesus: Ancient Evidence for the Life of Christ (College Press, 1996, 2008), p. 206

Fakta tulisan dari Lucian jelas menunjuk pada Yesus yang telah disalibkan, mati dan bangkit kembali pada hari ketiga. Lucian bukan seorang Kristen, ia menulis berdasarkan fakta sejarah yang dilihatnya. Meskipun tidak menyebut nama “Yesus”, namun kita tahu, bahwa yang dimaksudnya adalah tentang Yesus Kristus dari Nazareth.

 

5. Mara  Bar Serapion

Dia adalah seorang filsuf Stoa (non Kristen) dari Propinsi Romawi, Syria yang menulis surat untuk anaknya Serapion yang tengah berada dalam penjara Romawi. Dia menasihati anaknya bahwa kebijaksanaan mungkin akan dimusuhi oleh dunia yang penuh dengan kekerasan, namun kebijaksanan itu sendiri abadi.

Dia mengilustrasikannya dengan menggambarkan kehidupan Socrates, Phytagoras, dan Yesus – kendati dia tidak menyebut nama-Nya secara eksplisit. Tulisannya diperkirakan berasal dari antara tahun 73 – 200. Demikian teks selengkapnya:

Apakah baiknya orang-orang Athena membunuh Socrates, karena perbuatan mereka dibalas dengan kelaparan dan wabah? Apakah faedahnya orang-orang Samian membakar Phytagoras, karena akhirnya negeri mereka seluruhnya terkubur di bawah pasir pada saat itu? Dan apakah manfaatnya orang-orang Yahudi membunuh raja mereka yang bijaksana, karena kerajaan mereka akhirnya direbut dari mereka dari saat itu?

Tuhan dengan adil telah membalaskan ketiga orang bijaksana ini. Orang-orang Athena mati oleh kelaparan, orang-orang Samian ditenggelamkan ke laut, dan orang-orang Yahudi disembelih dan dihalau dari kerajaannya, sehingga mereka hidup terpencar dimana-mana.

Mara Bar Serapion yang menulis surat paling awal setelah kehancuran Yerusalem dan kemudian orang-orang Yahudi terpencar (terdiaspora) ke pelbagai tempat, melihat Yesus sebagai seorang raja yang bijaksana.

Kemungkinan besar dia mengetahui bahwa saat Yesus disalibkan Pilatus menuliskan keterangan di salib-Nya “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi” (INRI), yang tertulis dalam bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani (Yoh 19:19-20).

 

Fakta sejarah dari literatur Kristen

Alkitab dengan terang benderang mencatat penyaliban dan kematian Yesus.

Matius 27:32-35, 50 mencatat:

Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. ..Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

Masih banyak lagi ayat-ayat yang mencatat penyaliban dan kematian Yesus. Namun cukuplah satu bukti dari kitab Matius untuk menjadi bahan referensi bahwa Yesus Kristus benar-benar disalib dan mati.

 

salvation2Alasan Teologis kematian Yesus

Mengapa Yesus mati? Mengapa Yesus harus mati? Alkitab memberi jawaban lugas:

1)      Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.  (2 Korintus 5:19)

2)      dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Kolose 1:20-22)

Dari kesaksian Alkitab, motif teologis kematian Yesus adalah untuk MENDAMAIKAN Allah dengan manusia. Keberdosaan manusia vs kesucian Allah merupakan dua hal yang tidak bisa bertemu.

Secara teologis manusia dalam posisi bemusuhan dengan Allah. Dalam kasih-Nya yang tak terbatas, maka Logos itu sendiri (Firman Allah) memutuskan untuk turun ke dalam dunia, menjadi sama dengan manusia, mengajar dan member teladan kehidupan serta menuju golgota untuk mati demi manusia (Yohanes 1:1-14; Filipi 2:5-11).

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Haleluyah!!!

 

Kesimpulan:

Yesus Kristus benar-benar disalib dan mati dalam pemerintahan Pontius Pilatus, prokurator Romawi, pada masa kekaisaran Tiberius. Sumber-sumber non Kristen maupun Kristen memvalidasi bahwa Yesus sungguh-sungguh disalib dan mati.

Kematian Yesus bukan suatu aib bagi kekristenan, sebab Kematian-Nya adalah tujuan utama kedatangan Yesus ke dunia, yaitu agar Dia menebus manusia, MENDAMAIKAN manusia dari perseteruan dengan Allah dan memberikan hidup yang kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

 jesus dies

 

 

Referensi:

Antiquities Of The Jews By Flavius Josephus,  translated By William Whiston

Barclay’s Daily Study Bible Commentary (NT)

indocell.net/yesaya/pustaka2/id572.htm

earlychristianwritings.com/mara.html

en.wikipedia.org/wiki/Lucian_on_Jesus

sacred-texts.com/cla/luc/

About these ads

1 Tanggapan to "Mengapa Yesus mati disalib?"

tolong jelaskan mengapa kita beribadah pada hari minggu dan arti sabat.terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 278,197 hits

visitors

Readers

tracker

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: