Ps Bobby Butar Butar blog

Bagaimana Menjadi Ayah yang Baik

Posted on: November 30, 2010

Bagaimana Menjadi Ayah yang Baik

(Ayah dalam perspektif iman Kristen)

Oleh Ps. Bobby MTh

What the scripture said about this?

Alkitab menulis “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (Ulangan 6:5). Sebelumnya dalam ayat dua kita membaca, “supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu” (Ulangan 6:2). Ayat-ayat sesudahnya mengatakan, “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun” (Ulangan 6::6-7).

Tanggung jawab seorang Ayah/Bapak

Firman Tuhan menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan adalah menanamkan prinsip-prinsip tentang iman, yaitu mengajarkan anak tentang Allah dan firman-Nya. Pendidikan iman merupakan dasar yang monumental bagi tumbuh kembang seorang anak. Apabila sejak masa kanak-kanak ia sudah mendapat bekal nasehat dan didikan tentang iman, maka ketika memasuki masa remaja dan pemuda, ia akan punya cukup “kekuatan” untuk membedakan manakah pergaulan yang baik dan buruk. Imannya akan menjadi “filter” yang menyaring setiap input yang masuk ke dalam kehidupannya, sehingga anak itu akan tetap “survive” dan menjadi pemuda-pemudi yang sukses dalam kehidupannya. Seperti dinyatakan dalam firman Tuhan dalam Amsal 22:6Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”.

Anak tidak boleh dibiarkan bertumbuh dewasa “begitu saja” tanpa adanya bimbingan dan arahan dari ayah dan ibu. Mereka “harus” diajar, didisiplin dan dinasehati sehingga mendapat pengertian, penguasaan diri dan ketaatan. Seluruh proses pendidikan ini adalah dalam hal rohani dan Kristiani (dalam pengertian sebenarnya dari kata itu). Inilah “ajaran dan nasehat Tuhan” yang ditetapkan dan merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk mencapai tujuan akhir dari pendidikan.

Menggantikan cara ini dengan cara apapun sangat mungkin akan mengakibatkan kegagalan fatal. Elemen moral dan rohani dari natur kita adalah sama pentingnya dan sama umumnya dengan elemen intelektual. Karena itu kerohanian sama pentingnya dengan pengetahuan dalam perkembangan pikiran. Kembali Amsal memberitahu kita, “Takut akan Tuhan adalah permulaan dari pengetahuan dan hikmat.”

Ayah merupakan alat dalam tangan Tuhan sebagai pembimbing dan pengajar bagi anak. Seluruh proses pengajaran dan disiplin harus berdasarkan apa yang diperintahkan Tuhan, dan yang dilakukan Tuhan, sehingga otoritas-Nya dapat senantiasa dan langsung bersentuhan dengan pikiran dan hati nurani sang anak. Ayah manusiawi tidak boleh menempatkan dirinya sebagai otoritas tertinggi dalam hal kebenaran dan kewajiban. Hal ini hanya akan mengembangkan aspek “diri sendiri.” Hanya dengan menjadikan Tuhan Yesus Kristus, sebagai Guru agung dan Penguasa, yang karena otoritas-Nya segala sesuatu dapat dipercaya dan karena ketaatan kepada kehendak-Nya segala sesuatu akan terjadi, maka sasaran dari pendidikan dapat tercapai.

Ajaran-ajaran Alkitab kepada para ayah selalu merupakan standar yang ideal dari Tuhan. Martin Luther mengatakan, “Selain tongkat, siapkan apel untuk diberikan kepada anak pada saat dia berbuat yang baik.” Disiplin dalam pendidikan dan budaya umum harus dilaksanakan dengan hati-hati dan didikan yang terus menerus dengan banyak doa. Teguran, disiplin dan nasehat berdasarkan Firman Tuhan, menegur dan memuji ketika perlu adalah tanda dari “nasehat.” Pengajaran yang diberikan bersumber dari Tuhan, dipelajari dalam sekolah pengalamanan Kristiani, dan dilaksanakan oleh orangtua (ayah). Disiplin Kristen dibutuhkan untuk mencegah anak bertumbuh besar tanpa menghormati Tuhan, otoritas orangtua, pengetahuan akan standar keKristenan dan penguasaan diri.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Timotius 3:16-17). Inilah yang dikatakan Alkitab tentang menjadi ayah. Cara dan metode yang dipergunakan ayah untuk mengajarkan kebenaran Allah tentunya akan berbeda. Namun kebenaran-kebenaran itu harus selalu dapat diterapkan dalam pekerjaan apapun, dan dalam cara hidup bagaimanapun.

Saat ayah setia menjadi contoh dan teladan, apa yang dipelajari anak mengenai Allah akan memampukan dia berdiri dengan teguh sepanjang umur hidup mereka, apapun yang mereka lakukan atau kemanapun mereka pergi. Mereka akan belajar “mengasihi” Tuhan Allah mereka dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan mereka dan mau melayani Dia dalam segala hal yang mereka lakukan.

The ways to become a good dad :

a. Have fun. Fatherhood is a big responsibility but it is also a lot of fun. Show your kids that you Enjoy being their father.

b. Spend time with and take responsibility for your children. Some fathers miss opportunities to spend time with their kids because they have competing responsibilities or interests. However, once the opportunity has passed, it’s gone and you can’t get it back. If you don’t establish an intimacy with your children when they’re young, it’ll be difficult to catch up when they’re older and still need your help and support.

c. Be a teacher by both word and example. Children need to be taught right from wrong and will need to see it demonstrated by their father. Make decisions in front of them and explain to them why you came to that resolution. Talk to them about choices you made in the past and why they did (or didn’t) work out. Evaluate all of your own decisions by thinking: “What would I want my child to do in this situation?” Teach your children that it is okay to make mistakes. Everyone makes them. You do and they will too. The important thing is to learn from your mistakes and try to avoid making the same mistakes over and over again.

d. Show affection. Some men may be uncomfortable with offering their children affection and communicating their love. Being affectionate with your child shows them that you love them. It also teaches them to show affection to others.

e. Respect your children’s mother. Mutual respect between a child’s parents is important.  Children will mimic their parents’ behavior. How you treat your child’s mother will influence the way in which the child will view his or her own role when they become parents. Do not be afraid to stand up for your own views as a parent. They are equally as important and valuable as those of the child’s mother who may or may not spend more time with the child. Make parenting a partnership, be on the same page about how to discipline and reward your child and be consistent.

f. Don’t Place Unreasonable Expectations on Your Children. A child’s life can be filled with pressures, from siblings to kids at school to teachers to coaches. Help your child understand their desires and assess their capabilities and limitations. Help them set achievable goals. Encourage them to meet their full potential but avoid living vicariously through them by expecting them to achieve what you had achieved or hoped to have achieved.

g. Don’t Place Unreasonable Expectations on Yourself. You are an important person in your child’s development but many other people and things will influence their development and growth. Just as you can’t take credit for all of your child’s strengths you also shouldn’t shoulder the blame for their weaknesses.

h. Realize that a father’s job is never done. Do not assume that once your children turn 21, or they have a college degree, that your work raising them is done. Although it is important to encourage your children to become financially and emotionally independent, it is also important to let them know that you care and are always there for them and that they are valued.

6 Blessings from a father to his Children

1. The Blessing of Consistency: Providing an atmosphere that nurtures mutual trust while allowing for reasonable flexibility, where children can expect to feel protected, respected, and loved, knowing that we will live by the principles we teach.

2. The Blessing of Trust: Communicating that we expect the best of our children, allowing them the freedom to learn from mistakes as they grow, and motivating them to expect the best of others, follow their internal compass of right behavior, and become dependable and trustworthy.

3. The Blessing of Faith: Teaching children the love of God and how they can recognize their worth as human beings as well as their special talents–nurturing the self-esteem and courage to make use of those talents to fulfill God’s plan for their lives and to help others.

4. The Blessing of Knowledge: Teaching and empowering children by acknowledging our own errors as well as success stories, recording for them our thoughts and experiences that will benefit them and their children for generations.

5. The Blessing of Unconditional Love: Communicating and showing that no matter what the circumstances, children can come to us with problems, that what is important to them is important to us–that even though we disapprove of hurtful behaviors, the child is always loved.

6. The Blessing of Personal Responsibility: Teaching children to defer gratification by saying “No” more often today so they can say “Yes” more often in the future, and showing through example that responsibility involves setting boundaries, admitting and learning from mistakes, and moving on with self-respect and increased confidence.

As fathers, we know that our children are among the greatest of our blessings. Plus, we receive from them one of the greatest blessings and privileges possible, the title of “Dad”. That one is really hard to beat!

Selamat menjadi ayah yang luar biasa!!

Referensi:

Alkitab

http://www.gotquestions.org/indonesia/ayah-Kristen.html

http://www.wikihow.com/Be-a-Good-Father

http://ezinearticles.com/?7-Blessings-from-a-Father-to-His-Children&id=107163

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 344,229 hits

visitors

Readers

tracker

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: