Ps Bobby Butar Butar blog

Servant Leadership

Posted on: April 24, 2008

KEPEMIMPINAN HAMBA (SERVANT LEADERSHIP)

SEBAGAI KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS

Penulis: Ps Bobby MTh

Pendahuluandivine-servant

Kepemimpinan ini diperkenalkan oleh Tuhan Yesus, tatkala ia mengatakan bahwa Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Markus 10:43-44). Dalam konsep kepemimpinan hamba, seorang pemimpin adalah hamba Tuhan dan sekaligus juga hamba jemaat (dalam tugas pelayanan).

Terminologi kata hamba diterjemahkan dari bahasa Ibrani “Eved”, yang mempunyai arti budak, hamba, pelayan. Hamba adalah pekerja yang menjadi milik tuannya. Konsep hamba Tuhan telah digambarkan Tuhan Yesus melalui hidup, karya dan kepemimpinan-Nya selama berada di dunia sekitar 2000 tahun yang lalu. Hamba Tuhan itu telah menjadikan diri-Nya teladan, baik saat dimuliakan umat maupun di dalam kesengsaraan-Nya.

Kepemimpinan hamba bertolak juga dari ayat dalam Matius 20:27 ketika Yesus mengatakan, “Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka diantara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.” Maksud Yesus dari pernyataan ini adalah ketika seorang pemimpin mendapat jabatan maupun otoritas yang lebih besar lagi, ia harus semakin memimpin dalam kerendahan hati dan sikap kehambaan.

Yesus menjelaskan lebih lanjut mengenai kehambaan ini ketika ia mengatakan, “Demikianlah juga kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.” (Lukas 17:10). Pemimpin Kristen tidak boleh menyombongkan diri dengan jabatan kepemimpinan maupun besarnya otoritas serta banyaknya pengikut. Ia harus selalu berprinsip “kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan, karena kami adalah hamba yang tidak berguna.” Mungkin perkataan itu terdengar keras dan tidak memberikan tempat bagi peran sang pemimpin, namun itulah cara Tuhan untuk menjauhkan pemimpin-pemimpin umat-Nya dari dosa kesombongan dan pemuliaan diri pribadi.

Sifat

Kepemimpinan hamba bersifat vertikal dan horizontal. Maksudnya, secara vertikal pemimpin Kristen adalah hamba Tuhan yang telah dipanggil Allah untuk memimpin umat-Nya, namun disisi lain (horizontal) ia adalah hamba jemaat (dalam tugas pelayanan).

Ciri Pemimpin Hamba

Pemimpin hamba adalah orang yang mampu “mengosongkan” dirinya dari segala egoisme dan subyektivitas pribadi, menjadi pemimpin yang berorientasi kepada kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan umat-Nya. Yesus memberi teladan “mengosongkan diri” ini (Filipi 2:7-8). Pengosongan diri “Kenosis” tidak membuat Yesus kehilangan posisi kepemimpinan-Nya, justru dengan melakukan itu, Dia dapat “menjadi sama” seperti manusia, sehingga mereka dapat menerima kehadiran-Nya.

Teladan lain ditunjukkan Yesus saat membasuh kaki para murid-Nya, ia berkata, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan…jadi jikalau Aku membasuh kakimu…kamupun wajib saling membasuh kakimu.” (Yohanes 13:13-14).

4 Konsep Model Multidimensi dari Kepemimpinan Hamba:

  • Character-Orientation (Being: What kind of person is the leader?)

Karakter adalah ciri utama yang dilihat orang dari seorang pemimpin. Orang-orang akan menanyakan,”What kind of person is the leader?”. Orang seperti apakah dia?. Dapatkah diteladani perkataan, sifat dan tingkah lakunya? Tekanan terletak pada “the leader’s values, credibility and motive.”. Karakter akan menentukan integritas kepemimpinan seseorang.

  • People Orientation (Relating: How does the leader relate to others?)

Yaitu mencakup hubungan dengan sesama. Pemimpin hamba diharapkan mempunyai sifat-sifat: Caring for people (memperhatikan), Empowering (percaya dan memberi kuasa) kepada orang lain & Developing (membangun) others.

  • Task Orientation (Doing: What does the leader do?)

Yaitu berfokus pada Visi, Goal (tujuan), dan memimpin dengan sikap kehambaan.

  • Process Orientation (Organizing: How does the leader impact organizational processes?)

Yaitu bagaimana dia mempengaruhi proses organisasi. Dengan melakukan Modeling, Team building & Shared decision-making.

Nearly all men can stand adversity,

but if you want to test a man’s character,

give him power.

(Abraham Lincoln).


KEPUSTAKAAN

J.D Douglas, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Jilid I, Jakarta.

J Oswald Sanders, Kepemimpinan Rohani, Kalam Hidup, Bandung, 1979

John Stott, Isu-Isu Global Menantang Kepemimpinan, OMF, Jakarta, 1984.

J. Robert Clinton, Pengembangan Kepemimpinan, Fuller Theological Seminary.

Northouse, P, Leadership theory and practice, 2nd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2001.

Petrus Octovianus, Manajemen dan Kepemimpinan Menurut Wahyu Allah, Gandum Mas, Malang, 1996.

Riberu, Dasar-Dasar Kepemimpinan, Leppenas, Jakarta.

Robert D, Dale, Pelayanan Sebagai Pemimpin, Gandum Mas, Malang, 1997.

The American Heritage Dictionary, 4th ed. (2000). Pickett, J.P., et. Al. (ed). Boston, MA: Houghton, Mifflin.

Yakob Tomatala, Kepemimpinan Yang Dinamis, YT Leadership Foundation, Jakarta, 1997.

About these ads

1 Response to "Servant Leadership"

Sungguh suatu pelayanan yang luar biasa.Semoga siapa saja yang terut berpartisipasi atas terselenggaranya Situs ini diberkati Tuhan dengan kelimpahanNya.Semoga Tuhan dengan kuasa Roh Kudusnya dapat membimbing orang-orang agar dapat menjangkau Situs yang luar biasa ini.

Tuhan memberkati.
J.Marsello Ginting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 315,494 hits

visitors

Readers

tracker

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: